Kapolsek Torgamba Dilaporkan Aniaya Warga

Redaksi - Selasa, 19 Februari 2013 23:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022013/beritasumut_Polda Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Medan, (beritasumut.com) – Kapolsek Torgamba AKP Donny Colin Samosir SE dilaporkan menganiaya Sukliharno (26) warga Pasar IA, Dusun Sumber Rejo, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, yang dituduh melakukan pencurian HP dan ancaman pemerkosaaan terhadap Nurhasahah (18)."Saya kemari untuk mencari keadilan atas penganiayaan yang dialami suami saya di Polsek Torgamba," ujar Nurhaimah, istri Sukliharno di Mapoloda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Medan, Selasa (19/02/2013) sore.Selain itu, kedatangan Nurhaimah ke Mapolda Sumut ini juga adalah untuk mengadukan oknum polisi di Polsek Torgamba yang menganiaya suaminya. Selain itu Nurhaimah juga menuding Kapolsek Torgamba telah menuduh suaminya sebagai pelaku pencurian terhadap tetangga sebelah rumahnya, tanpa ada bukti."Saya yang membangunkan suami saya pagi itu. Karena saya mendengar suara teriakan maling Dari rumah tetangga sebelah," ujar Nurhaimah, didampingi beberapa tetangganya dan mertuanya, Supeno."Rumah saya digeledah oleh polisi namun tak ditemukan barang curian yang dituduhkan, tetapi mengapa suami saaya tetap ditahan," tanya Nurhaimah sembari menambahkan, yang menangkap suaminya adalah petugas Polsek Torgamba dipimpin Kapolsek Torgamba AKP Donny Colin Samosir SE."Saat ditangkap, suami saya baru saja pulang bekerja, dia dipaksa buka baju, dan buka celana. Beberapa hari kemudian polisi datang lagi menggeledah rumah saya mencari barang bukti namun tetap tak ada. Malah saat itu, polisi bilang suami saya sudah mengaku," kata Nurhalimah.Menurutnya, setelah satu hari ditahan polisi, dirinya tidak diperkenankan menemui suaminya di penjara, begitu juga di hari ketiga, dengan alasan masih diproses. Setelah dibantu oleh seorang masyarakat, akhirnya dirinya diizinkan menemui suaminya, Sukhlirno.Rasa kaget Nurhalimah bukan kepalang. Selain melihat mata kiri suaminya memerah, Nurhalimaah juga melihat muka suaminya bengkak. "Suami saya tidak mengatakan mengapa wajah dan matanya jadi begitu, dan siapa yang melakukannya karena takut," beber Nurhalimah.Atas yang dialaminya itu, selanjutya Nurhalimah mengadukan tidak pidana atas penganiayaan yang dialami suaminya ke SPKT Polda Sumut dan tertuang dalam Surat Laporan No.:  199/II/2013/2013/SPKT. Selain itu, Nurhalimah juga mengadukan oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhdap suaminya ke Propam Polda Sumut dan tertuang dalam Surat Laporan No. STPL : 18/II/2013/Propam." Saya minta keadilan yang seadil-adilnya," lirih Nurhalimah sambil menggendong anaknya.Salah seorang masyarakat yang turut mendampingi Nurhlimah ke Mapolda Sumut menimpali, atas sikap arogan Kapolsek Torgamba ini, sebelumnya pernah didemo oleh masyarakat."Banyak kasus yang tidak terungkap. Selama ini, keadaan kondusif di sana. Namun sejak jabatan Kapolsek diemban AKP Donny Colin Samosir SE, selama 6 bulan ini suasana justru menjadi tidak nyaman," ujar warga yang mewanti-wanti agar identitasnya tak disebutkan itu.Selanjutnya, warga tadi juga menyampaikan, saat dirinya menjenguk Sukliharno di penjara dirinya sempat bertanya, mengapa keadaanya sampai babak belur begitu."Saat saya tanya mengapa dia (Sukliharno) dipukuli, dibilangnya karena dia dituduh mencuri HP," ujarnya.Disebutkanya, saat itu Sukliharno mengaku disiksa pakai balok, direndam hingga setengah jam, kemudian  kepalanya dicelupkan ke dalam air. Ironisnya, kemaluan Sukliharno juga dibakar. "Selain disiksa, kemaluan Sukliharno juga dibakar agar mengaku mencuri HP," tandasnya. (BS-035)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Tiga Orang Pelaku Pengeroyokan Karyawan Warkop Ditangkap Polisi

Berita

Laporan Kasus Penganiayaan di Polsek Medan Baru Jalan di Tempat, Penyidik : Secepatnya Dituntaskan

Berita

Anak Korban Penganiayaan di Nias Selatan Jalani Perobatan ke RS Bhayangkara Medan

Berita

Polisi Ekshumasi Jenazah Ardiansyah di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang

Berita

TMII Usut Dugaan Sekuriti Keroyok Pedagang Asongan Masuk Tak Bayar Tiket

Berita

Penganiayaan Anak-Anak di Tembung, Dua Orang Meninggal, Satu Kritis