Gigi Kepala Dusun Copot Ditoyor Pengusaha Galian C

Redaksi - Rabu, 16 Januari 2013 20:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012013/beritasumut_Penganiayaan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Google
Birubiru, (beritasumut.com) – Kepala Dusun Ujung Beringin, Desa Namo Tualang, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Keriahen Barus (41), ditoyor pengusaha Galian C, Neken Ginting (51), hingga salah satu giginya copot.Informasi yang diperoleh, awalnya oknum Kadus mengancam menghentikan aktivitas pencetakan areal sawah warganya yang dilakukan Neken.Neken selaku orang yang dipercaya sebagai penanggung jawab operasional pencetakan sawah, merasa kesal melihat ulah oknum kadus tersebut langsung menghajarnya, Rabu (09/01/2013) pekan lalu.Peristiwa terjadi ketika keduanya berpapasan di Jalan Dusun Namo Pinang, Desa Namo Tualang. Kasus penganiayaan ini telah ditangani Polsek Birubiru. Ketika dikonfirmasi, Neken menyebutkan, sebenarnya dirinya bersama salah satu warga lainnya bernama Piah Barus berniat baik membantu warga Desa Namo Tualang untuk mereklamasi ulang areal persawahan warga yang belum tercetak akibat terbengkalai yang sudah setahun lamanya ditinggalkan salah seorang pengusaha Galian C."Karena sudah lama ditinggal pengusaha, saya bersama Piah Barus berusaha membantu untuk mencetak sawah warga yang telah lama terbengkalai. Untuk membuat kesepakatan, sekira tiga bulan lalu, kami dan warga pemilik sawah telah berembuk di balai desa. Hasilnya, seluruh warga bersedia sawahnya dicetak dengan catatan lahan digantirugi," ujarnya di Namo Tualang, Selasa (15/01/2013).Dalam rapat desa yang digelar yang juga dihadiri Keriahen Barus, warga juga bersedia tidak melakukan pengutipan apapun asalkan areal sawah warga selesai dicetak. Saat itu, masyarakat juga membubuhkan tanda tangan, katanya.Ironisnya kata Neken, Keriahen selaku Kepala Dusun malah coba memeras dirinya dengan alasan untuk uang LKMD dan uang jalan. Apa yang dilakukan Keriahen dinilai bertolak belakang dengan kesepakatan sebelumnya. "Lagi pula, dia seorang Kepala Dusun, kok dia minta uang dengan menjual nama LKMD? Sementara Ketua LKMD tidak pernah meributkanya," ujar warga Namo Tualang ini heran.Demikian juga dengan alasan uang jalan, armada pengangkut material dari areal persawan yang dicetak, bukan melintas dari Desa Namo Tualang, tetapi dari desa tetangga."Kalau tidak ingin memeras, apalagi namanya. Karena kearogananya itulah maka saya khilap, Pak. Begitu uang tersebut dimintanya, saya langsung pukul mulutnya,” ujar Neken seraya menyesal telah memukul korban hingga salah satu gigi korban terlepas.Kapolsek Birubiru AKP Mulyadi melalui Kanit Reskrim Iptu S Sembiring ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menangani kasus tersebut. (BS-028)


Tag:

Berita Terkait

Berita

HIPMI Dorong BEKRAF Wadahi Pengusaha Pemula

Berita

Lima Tahun Kumpul Bareng, Dipukuli Pacar Gelap, Rita Pun Lapor ke Polsek Delitua

Berita

Pengamanan Lebaran, Polda Sumut Bangun Pos Pam dan Pos Yan di Setiap Kabupaten/Kota

Berita

Jelang Lebaran, Polda Sumut Adakan Operasi Ramadhaniya 2016 Selama 16 Hari

Berita

Portal Larangan Masuk Truk Galian C di Binjai Roboh

Berita

Massa Aksi Desak Kapolda Sumut Copot Kapolres Tobasa