Anak Punk di Medan, Berjuang Melalui Lirik Lagu

Redaksi - Sabtu, 28 Mei 2016 20:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Anak-Punk-di-Medan--Berjuang-Melalui-Lirik-Lagu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Anak punk

Beritasumut.com-Kemunculan komunitas punk di Medan pada tahun 1990-an mendapat respon positif dari kalangan anak muda. Komunitas punk kian hari kian berkembang. Ekspresi mereka juga bertambah, begitupun aliran yang mereka anut. Punk rock salah satunya.

Secara ideologi punk rock tak ada bedanya dengan punkers lainnya, menyuarakan kebebasan. Tetapi saluran mereka melalui lirik-lirik lagu yang mereka nyanyikan. “Lirik lagu kami lebih bertemakan kritik sosial,” ujar Adit, Road Manager salah satu band aliran punk rock, Street Punk Rocker. Dari komunitas inilah lahir beberapa group band beraliran punk rock seperti Spinach Popeye dan Street Punk Rocker.

Selain itu ada Anarcho punk, komunitas ini boleh dibilang aktivis dan kaum inteleknya punk. Kebanyakan komunitas anarcho punk berasal dari para mahasiswa di beberapa kampus di Medan seperti Institut Teknologi Medan ( ITM) dan USU. Perjuangannya pun lebih mengarah ke hal-hal yang berbau politik. Komunitas anarcholah yang sering menggerakkan komunitas punk lain untuk berdemo mengangkat satu isu tertentu. “Biasanya kami sering diajak diskusi dulu sama anak-anak anarcho sebelum demo,” ujar Alex, punkers lainnya.

Komunitas lainnya ada Post punk dengan ideologi dan bentuk perlawanannya lebih soft, keberdaan mereka tidak terlalu menonjol seperti komunitas punk lainnya. Juga ada komunitas Melody punk, komunitas punk ini bentuk perlawanannya murni melalui lirik-lirik lagu di musik mereka.

Komunitas terakhir yang ada di Medan bernama street punk. Komunitas ini adalah yang terbanyak di Medan saat ini, mereka bisa kita lihat di setiap persimpangan lambu merah di jalan-jalan. Mereka betul-betul hidup di jalan, belajar kehidupan dari jalan. Bahkan di kalangan mereka ada satu semboyan yang sangat terkenal untuk menggambarkan kehidupan mereka Alam Raya adalah Sekolahku. “Kami betul- betul merasakan susah senangnya hidup di jalanan,” ujar Alex.

Walaupun banyak aliran komunitas punk, namun untuk solidaritas dan perkumpulan, keberadaan anak punk cukup dekat satu sama lain. Biasanya para punkers dari berbagai aliran berkumpul di acara musik yang lumayan sering diadakan di Kota Medan. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Diamankan Saat Razia, 10 Anak Punk dan Waria Diserahkan ke Dinsos

Gaya Hidup

Terjaring Razia, Anak Jalanan Ini Hamil 5 Bulan

Gaya Hidup

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Gaya Hidup

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Gaya Hidup

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Gaya Hidup

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa