Beritasumut.com-Guna menambah wawasan masyarakat tentang khasanah budaya, khususnya Melayu serta yang lebih penting lagi dapat melestarikan dan memelihara budaya yang sudah cukup tua itu sebagai warisan sejarah dari para pendahulu, Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menggelar Malayu Fashion Day di halaman Istana Maimon Jalan Brigjen Katamso Medan, Sabtu (30/04/2016) malam.Selain itu, event ini digelar dalam rangka memperkaya khasanah kebudayaan asli Kota Medan dengan nilai dan citra rasa tersendiri, sekaligus memberikan hiburan dan kegembiraan bagi seluruh pengunjung, khususnya warga Kota Medan. Itu sebabnya Melayu Fasion day ini, selain diisi dengan lomba fashion show busana Melayu dan tari Melayu, atraksi seni budaya tradisional multi etnis Kota Medan, pameran UMKM, aneka kuliner serta penampilan artis Melayu, Tengku Rio. Melayu Fashion Day ini berlangsung mulai pagi sampai menjelang tengah malam. Untuk lomba fashion show busana Melayu dan festival tari Melayu dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Sedangkan malam hari sampai menjelang tengah malam, diisi dengan fashion show menampilkan kain songket Melayu Deli, aksi violis Melayu ternama, Tengku Rio, tarian multi etnis, penampilan sejumlah violis muda serta hiburan musik Melayu sebagai pamungkas.Antusiasme masyarakat menyaksikan event ini cukup tinggi. Mulai sejak pagi mereka datang membawa anggota keluarganya masing-masing untuk menyaksikan gewean yang kali pertama digelar Disbudpar Kota Medan tersebut. Selain sebagai hiburandan edukasi, warga juga ingin mengetahui lebih jauh menyangkut kebudayaan Melayu.WaliKota Medan Drs H T dzulmi Eldin S MSi yang hadir bersama istri sekalgus Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani DzulmI Eldin sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya event tersebut. Diharapkannya, Melayu Fashion Day ini dapat memperkaya khasanah kebudayaan asli Kota Medan, sekaligus memberikan hiburan dan kegembiraan bagi warga Kota Medan.Selanjutnya, Walikota mengajak semua yang hadir untuk terus menerus menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal agar tidak hilang, terutama dengan semakin mudahnya diakses informasi dari luar. "Jangan sampai anak cucu kita nanti kehilangan jati diri dan identitasnya, terutama sebagai masyarakat yang berbudaya ketimuran," kata Walikota.(BS01)