Beritasumut.com-Kesibukan di tengah modernisasi seperti sekarang ini sudah seperti rutinitas. Banyak diantaranya lupa dengan lingkungan sekitarnya, bahkan ruang lingkup keluarga. Termasuk perhatian kepada anak karena orangtua kurang memiliki waktu untuk bersama. Padahal, seorang anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.Hal di atas sangat mempengaruhi psikologis anak di masa pertumbuhannya. Co Founder Rumah Dandelion Nadya Pramesrani M.Psi mengungkapkan, seorang anak sifatnya adalah meniru apa yang dilihatnya termasuk perilaku dari orang tua. Istilah psikolognya monkey see monkey do."Untuk itu perlu interaksi dari orang tua. Kualitas dan kuantitasnya menentukan dari mana si anak belajar," ungkapnya, Senin (11/04/2016) di Medan.Jika kedua orang tua sibuk bekerja, jelas Nadya, memanfaatkan waktu weekend (liburan) adalah momen yang terbaik dalam berinteraksi bersama anak. Tetapi, interaksi itu menurut dia, harus dibarengi dengan kualitas. "Kalau kuantitasnya sedikit, di saat weekend itulah kualitasnya harus ditingkatkan. Di waktu itu, orang tua dan anak bisa bermain bersama, bukannya orang tua hanya bersifat mendampingi saja," jelasnya.Pada dasarnya, lanjut Nadya, interaksi orang tua pada anak antara kuantitas dan kualitas harus seimbang. "Apalagi saat ini teknologi sudah maju. Ketika sedang jam istirahat di kantor, bisa menelpon anak. Jadi sekarang banyak hal yang bisa di akali meskipun kedua orang tuanya sibuk bekerja," tegasnya."Bagi anak itu yang penting adalah sifat modelling atau meniru. Jadi orang tua jangan hanya sibuk dengan aktifitas sendiri, karena kualitas itu terletak pada interaksi orang tua kepada si anak," pungkasnya.(BS01)