Monkey See Monkey Do

- Senin, 11 April 2016 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Monkey-See-Monkey-Do.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/Ilustrasi
Waktu bersama keluarga
Beritasumut.com-Kesibukan di tengah modernisasi seperti sekarang ini sudah seperti rutinitas. Banyak diantaranya lupa dengan lingkungan sekitarnya, bahkan ruang lingkup keluarga. Termasuk perhatian kepada anak karena orangtua kurang memiliki waktu untuk bersama. Padahal, seorang anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

Hal di atas sangat mempengaruhi psikologis anak di masa pertumbuhannya. Co Founder Rumah Dandelion Nadya Pramesrani M.Psi mengungkapkan, seorang anak sifatnya adalah meniru apa yang dilihatnya termasuk perilaku dari orang tua. Istilah psikolognya monkey see monkey do."Untuk itu perlu interaksi dari orang tua. Kualitas dan kuantitasnya menentukan dari mana si anak belajar," ungkapnya, Senin (11/04/2016) di Medan.

Jika kedua orang tua sibuk bekerja, jelas Nadya, memanfaatkan waktu weekend (liburan) adalah momen yang terbaik dalam berinteraksi bersama anak. Tetapi, interaksi itu menurut dia, harus dibarengi dengan kualitas. "Kalau kuantitasnya sedikit, di saat weekend itulah kualitasnya harus ditingkatkan. Di waktu itu, orang tua dan anak bisa bermain bersama, bukannya orang tua hanya bersifat mendampingi saja," jelasnya.

Pada dasarnya, lanjut Nadya, interaksi orang tua pada anak antara kuantitas dan kualitas harus seimbang. "Apalagi saat ini teknologi sudah maju. Ketika sedang jam istirahat di kantor, bisa menelpon anak. Jadi sekarang banyak hal yang bisa di akali meskipun kedua orang tuanya sibuk bekerja," tegasnya.

"Bagi anak itu yang penting adalah sifat modelling atau meniru. Jadi orang tua jangan hanya sibuk dengan aktifitas sendiri, karena kualitas itu terletak pada interaksi orang tua kepada si anak," pungkasnya.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

Ini Anggapan Keliru Tentang Autisme

Gaya Hidup

Satu Diantara 88 Anak Menderita Autis

Gaya Hidup

Kelangkaan Elpiji 3 Kg Teror Psikologis Bagi Masyarakat

Gaya Hidup

Anak Polisi Penabrak Diduga Alami Gangguan Psikologis

Gaya Hidup

Antisipasi Bawahan Tembak Atasan, Evaluasi Psikologi Personel Polres Batu Bara Rutin Dilaksanakan