Beritasumut.com-Penulis naskah Teater Rumah Mata, Gusaolisus berpendapat kurang berkembangnya dunia teater Medan karena di Medan masih memiliki banyak masalah dibandingkan dengan daerah lain.Gus yang sukses melakukan roadshow naskah Ekstase Kemoceng bersama Teater Rumah Mata mengaku banyak mendapatkan masukan dan ide-ide positif usai berkeliling ke beberapa provinsi.Lebih jauh Gus menuturkan, masalah teater di Medan misalnya berkaitan dengan etos kerja dan iklim berkesenian. Ditambah lagi kurang harmonisnya komunitas seni teater dan minimnya ruang yang bisa untuk berproses serius. "Taman Budaya Sumatera Utara tidak cukup untuk berproses serius, butuh intens. Di situ hanya bisa untuk bercakap duduk, sekedar bisa tampilkan pertunjukan gitu aja," jelasnya, Selasa (05/04/2016). Sedangkan untuk mengembangkan wacana nilai-nilai estetika dan bentuk pementasan yang kekinian masih sulit kecuali ada upaya dari pelaku kesenian itu untuk mengerjakannya secara bersama. "Ternyata dari tiga pertanyaan besar itu, solusinya cuma satu gotong royong. Bukti konkret adanya gotong royong, selama keliling, ketika kita main yang tak kita kenal pun membantu, membantu peralatan yang tak kita punya. Suasana komunal bahwa teater itu punya masyarakat sudah terbangun. Masalah lain di Medan ini, karena kurangnya imajinasi," katanya.Selama pementasan dari kota ke kota, dari provinsi ke provinsi, pihaknya banyak mendapatkan masukan dan ide untuk mengembangkan karya terutama dari tokoh-tokoh kesenian di daerah masing-masing. "Di Jakarta, begitu juga di daerah lain, seperti Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Aceh dan lainnya, kita mendapatkan ruang gerak yang berbeda, indoor dan outdoor. Di Banten kita di pesantren dan komunitas seni di sana dengan ruang berbeda juga," katanya. Dia menilai, di wilayah Sumatra menurutnya yang punya potensi untuk berkembang karena sudah punya pondasi kuat, dengan tingginya penerimaan dari pemerintah daerah, korporasi dan sudah bersinergi dengan senimannya adalah di Pekanbaru. "Kalau terpelihara dalam waktu yang lama, bukan tak mungkin Pekanbaru bisa menjadi kiblat kesenian terutama teaternya untuk di Sumatra," tegasnya.(BS02)