Pasar Induk Tuntungan Diharapkan Jadi Urat Nadi Perekonomian Kota Medan

Redaksi - Rabu, 09 Januari 2013 20:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012013/beritasumut_Pasar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Google
Medan, (beritasumut.com) – Pasar Induk Tuntungan tinggal menunggu waktu untuk dioperasikan. Seluruh bangunan maupun fasilitas pendukung telah rampung dikerjakan. Hanya tinggal infrastruktur  jalan yang belum sepenuhnya bisa tembus sampai Simpang Selayang.Apabila jalan menuju pintu masuk bisa diperlebar, maka pasar induk terbesar di Pulau Sumatera ini sudah dapat dioperasikan tahun ini. Diharapkan pasar induk ini akan menjadi urat nadi perekonomian di Ibukota Provinsi Sumatera Utara.Pernyataan itu disampaikan Walikota Medan Rahudman Harahap ketika meninjau Pasar Induk Tuntungan di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (09/01/2013) pagi.Kawasan yang dulunya semak belukar itu kini seperti disulap dan menjelma menjadi pasar induk modern bertaraf nasional.Menurutnya, bangunan Pasar Induk Tuntungan ini merupakan hasil perpaduan Pasar Induk Depok dengan Pasar Induk Tanggerang yang ada di Pulau Jawa. Karenanya, dia meyakini Pasar Induk Tuntungan  yang memiliki lahan seluas lebih kurang 12 hektar ini akan lebih baik lagi dibandingkan dengan kedua pasar induk tersebut.“Setelah  diresmikan, pengelolaan Pasar Induk Tuntungan akan kita serahkan kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan untuk dikelola secara profesional sehingga menjadi urat nadi perekonomian di Kota Medan,” kata Walikota.Dari peninjauan yang dilakukannya yang didampingi Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Ketua Dewan Kota Drs H Afifuddin Lubis, serta sejumlah Pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan seperti Plt Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) Ir Rizal Zulkarnain, Kadis Bina Marga Ir Gunawan Surya Lubis, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Ir Syampurno Pohan,  Kabag Umum M Husni SE, Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP dan Camat Medan Tuntungan Gelora Ginting, Pasar Induk Tuntungan ternyata sangat lengkap.Selain memiliki bangunan induk untuk grosir dan subgrosir, pasar induk yang dibangun sejak 2010 ini juga dilengkapi dengan bangunan untuk perkantoran bagi pengusaha ekspor, kantin, tempat berjual buah, masjid, tempat beristirahat supir dan dilengkapi dengan sarana perbengkelan yang lengkap. Di samping itu Pasar Induk Tuntungan ini juga dilengkapi dengan fasilitas air bersih yang mampu menghasilkan 10 liter perdetik dan mesin listrik sendiori dengan daya 125 KVA.“Jika jalan menuju pintu masuk bisa diperlebar, mungkin dalam waktu singkat Pasar Induk Tuntungan ini kita resmikan sambil menyelesaikan jalan tembus menuju Simpang Selayang. Sebab, seluruh bangunan dan fasilitas pendukungnya sudah sangat representatif dan bertaraf nasional. Kita harapkan pertumbuhan ekonomi di Kota Medan akan tumbuh dari sini,” ungkapnya optimis.Selanjutnya, jelas orang nomor wahid di Pemko Medan ini, pembangunan Pasar Induk Tuntungan yang memiliki 1.150 grosir dan sub grosir ini  telah menggunakan dana sekitar Rp59 miliar. Kehadiran pasar induk ini dipastikannya sangat membantu masyarakat. Meski grosir dan sub grosir disewakan namun nilainya terjangkau  masyarakat karena sistemnya berbeda dengan konsep revitalisasi pasar tradisional.Setelah diresmikan,  maka seluruh pedagang sayur dan buah yang selama ini beraktifitas jual beli di Pasar Sentral akan dipindahkan ke pasar induk. Dengan demikian 75 persen sampah hasil sayuran dan buah akan tertinggal di pasar induk. Sampah itu selanjutnya akan ditempatkan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di lokasi pasar induk dan langsung diolah menjadi pupuk organik.Rahudman menambahkan, bangunan pasar induk dan seluruh fasilitas pendukungnya dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 8,5 hektar. Karenanya sisa lahan yang dimiliki akan digunakan untuk membangunan terminal bis, persis di depan pintu masuk Pasar Induk Tuntungan dan  tempat pendinginan sayur maupun buah untuk ekspor serta bangunan pendukung lainnya sehingga Pasar Induk Tuntungan benar-benar menjadi pusat perekonomian.Selain itu Rahudman optimis, kehadiran Pasar Induk Tuntungan akan mempercepat pembangunan di sekitar kawasan tersebut. Terbukti, lahan kosong di sekitar kawasan itu telah laku pesat meskipun nilainya naik  sangat tinggi  dibandingkan harga jual tanah sebelum bangunan Pasar Induk Tuntungan didirikan dan beberapa lokasi pun telah memulai proses pembangunan.Sementara itu Plt Kadis Perkim Kota Medan Ir Rizal Zulkarnain menjelaskan, pihaknya untuk Tahun Anggaran 2013 menganggarkan dana sekitar Rp200 juta untuk finishing Pasar Induk Tuntungan. Dia membenarkan apa yang disampaikan Walikota, pembangunan Pasar Induk Tuntungan telah menggunakan dana sekitar Rp59 miliar.“Sejak dibangun mulai 2010 sampai sekarang, dana yang digunakan untuk membangun Pasar Induk Tuntungan sebesar Rp59 miliar. Sedangkan untuk Tahun Anggaran 2013 ini, kita hanya menganggarkan Rp200 juta untuk biaya finishing sehingga Pasar Induk Tuntungan selesai secara keseluruhan,” jelas Rizal. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pedagang Sayur Sutomo Akan Direlokasi ke Pasar Induk Tuntungan Medan