Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM meninjau sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (07/01/2013). Sedikitnya ada tiga pasar yang ditinjau yakni Pasar Kapuas Medan Belawan, Pasar Jawa Medan Belawan dan Pasar Timah Medan Area yang kemarin terjadi kebakaran mengakibatkan kurang lebih sembilan kios musnah terbakar. Kunjungan ini dalam rangka revitalisasi Pasar Tradional Inpres.
Walikota Medan dalam peninjauan tersebut didamping Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro, Kadis Bina Marga Gunawan Surya Lubis, Kadis Kebersihan Pardamean Siregar SH, Plt Kadis Perkim Rizal, Kadis Perindag Drs Syahrizal Arif SH, Kabag Humas Budi Hariono SSTP MAP, Camat Medan Belawan M Said SH, Kepala Pasar Kapuas Abdl Rahim, dan sejumlah pimpinan SKPD lainnya.
Pertama Walikota melakukan peninjauan ke Pasar Kapuas Medan Belawan yang sudah selesai direvitalisasi dengan bagunan gedung dua tingkat. Di lantai dasar pasar sebagian besar pedagang sudah melakukan aktifitasnya, sedangkan untuk dilantai atasnya sudah rampung tinggal finishing dan beberapa hari ke depan sudah siap untuk diisi pedagang.
Walikota dalam kesempatan itu mengatakan, peninjaua ini dalam rangka revitalisasi Pasar Tradional Inpres yang sedang dilakukan. Untuk Pasar Tradisional Kapuas Medan Belawan ini sudah rampung, tinggal Pasar Jawa yang letaknya bersebelahan dengan Pasar Kapuas. Pasar Jawa harus tuntas paling lambat Maret 2013. Jadi bila dimulai Januauri ini pembangunannya, paling tidak pada April para pedagang sudah bisa berjualan kembali.
Menurutnya, untuk penampungan sementara para pedagang Pasar Jawa telah disiapkan Dinas Perkim yakni di Jalan Stasiun dan jalan yang ada di sebelah Pasar Jawa. Revitalisasi pasar tradisional dilakukan dalam rangka meningkatkan kredibilitas pedagang, sehingga nantinya pihak bank dan BUMN didalam memberikan bantuan melalui CSR lebih berani, bila melihat penjualannya lebih baik.
“Saya imbau kepada para pedagang agar dalam sosialisasi pemindahan para pedagang ke penampungan sementara ini termasuk Pasar Kampung Lalang, dapat memaklumi dan segara bisa pindah. Bila ini bisa direvitalisasi akan meningkatkan konsumen dan produsen sehingga ekonomi bisa lebih hidup,” ujar Rahudman.
Lebih lanjut Walikota Medan menjelaskan dalam revitalisasi pasar tradisional untuk Tahun 2013 ini sudah ada sejumlah pasar yang pembangunannya sudah ditenderkan yakni Pasar Jawa Medan Belawan, Pasar Kampung Lalang, Pasar Marelan dan Pasar Sukaramai.
“Kita berharap, pasar tradisional tetapi modern. Artinya ibu-ibu bebas berbelanja tidak lagi becek. Jadi bila padagang sudah pindah semua ke penampungan sementara, yang pertama dilakukan adalah drainase diperbaiki terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang Pasar Kapuas yakni Herlina pedagang pakaian dan Rohana pedagang sembako, menyatakan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan yang sangat peduli terhadap pedagang. Sebelum dibangun pasar ini selalu becek, pembeli pun enggan untuk masuk. Sekarang sudah aman, dan pembeli banyak yang masuk, dan berharap Pasar Kapuas ini terus ditingkatkan.
Sementara itu saat meninjau Pasar Timah di Medan Are yang kemarin mengalami kebakaran dan memusnahkan sedikitnya sembilan kios, Walikota Medan menilai Pasar Timah konsumennya baik, sehingga perlu PD Pasar untuk menata Pasar Timah. Sementara para pedagang di Pasar Timah heterogen, jadi pasar ini perlu ditata bersama, termasuk jalan setapaknya. Kalau perlu setiap kios dipasang racun api, sehingga nantinya bila ada gangguan kecil tidak mengakibatkan kebakaran.
Menurut Walikota, Pemerintah Kota Medan akan mengecor jalan agar jalan masuk di salah satu jalan masuk ke Pasar Kapuas sepanjang 30 meter lebih baik. Hal ini untuk masayarakat merasa aman untuk berbelanja di Pasar Timah.
“Pasar ini perlu peñataan yang lebih baik oleh PD Pasar. Sementara masalah kebakaran di Pasar Timah, untuk bantuan kepada korban sudah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, dan kiosnya segera diperbaiki dan PD Pasar akan bekerjasama dengan Pengurus Yayasan Angsapura,” ungkap Rahudman. (BS-024)