Panyabungan, (beritasumut.com)
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1433 H, omset penjual sapi qurban di Kabupaten Mandailing Natal, melonjak. Naiknya omset penjualan karena tingginya permintaan pada Idul Adha nanti.
“Setiap menjelang Idul Adha, kita selalu panen. Setiap tahun permintaan selalu meningkat mengingat banyaknya warga yang ingin melakukan qurban di Idul Adha,†sebut Zul, penjual hewan qurban di Panyabungan, Selasa (23/10/2012).
Akibat meningkatnya permintaan, hewan qurban terpaksa dipasok dari luar daerah seperti Lampung dan Sumatera Barat. Karena kalau hewan lokal tidak mencukupi permintaan. Saat hendak membeli hewan qurban, harus diperiksa dulu apakah hewannya sehat, baru dibawa ke Madina.
Saat ini harga hewan qurban memang naik karena permintaan meningkat. Harga sapi hewan qurban saat ini mencapai Rp9 juta hingga Rp10 juta per ekor. Sampai saat ini stok untuk kita masih aman untuk mencukupi hewan qurban, ungkap Zul.
Kenaikan harga hewan qurban bukan untuk mendapatkan untung banyak melainkan saat dibeli harga hewan qurban dari luar daerah sudah dinaikkan mengingat permintaan banyak sementara hewannya tidak banyak, paparnya.
Lanjut dia, sampai hari ini, permintaan hewan qurban masih banyak menjelang Idul Adha yang jatuh pada 26 Oktober 2012 nanti.
Sementara, Mirwan Nasution, salah satu panitia qurban di Panyabungan mengatakan memang harga hewan qurban di Madina sudah naik. Jika sebelumnya Rp7,5 juta hingga Rp9 juta per ekor, tahun ini harganya menjadi antara Rp9 juta hingga Rp10 juta.
“Kenaikan harga hewan menjelang Idul Adha sudah diketahui karena setiap tahun selalu begitu. Saya sudah dua tahun ikut panitia qurban, untuk mengatasi itu, kita juga menaikkan kepada warga yang ingin qurban. Jika dulunya Rp1.200.000, tahun ini kita naikkan Rp1.300.000 hingga Rp1.400.000 per orang. Satu hewan qurban ada untuk tujuh orang ada juga yang satu orang satu qurban,†paparnya. (BS-026)