Beritasumut.com-Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Hasban Rintonga mengakui penyerapan anggaran pada triwulan tahun ini lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya."Serapan anggaran memang agak lambat dari sebelumnya, triwulan dua kita ada di 50 persen lebih, kalau tahun lalu 60-an persen. Mungkin karena proses lelang. Ini untuk evaluasi belum kita lakukan lagi," ujar Hasban, Kamis (28/07/2016).Lebih lanjut dikatakan Hasban meskipun terlambat namun Hasban tetap optimis target serapan anggaran Pemprovsu akan tercapai. Menurut Hasban sejauh ini serapan anggaran masih dalam batas yang wajar atau on the track. "Target kita masih mungkin tercapai, saya optimis. Walaupun memang ada juga faktor proses lelang jabatan ini mempengaruhi. Tetapi kita harus yakin," pungkasnya. Seperti diketahui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Sumut tahun 2016 senilai Rp 9,9 triliun. Dari Rp 9,9 triliun APBD, hanya Rp 3 triliyun saja yang dialokasikan untuk belanja program pembangunan. Sekitar 70 persen dari total APBD tahun 2016 atau Rp 7 triliyun diantaranya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp 3 triliun, yang langsung masuk ke rekening sekolah. Selanjutnya dana bagi hasil pajak yang harus dibagikan ke kabupaten/kota se-Sumut yang tahun 2016 mencapai Rp 1,5 triliyun. Jumlah tersebut harus diitambah cicilan kurang bayar DBH tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 800 milar sehingga menjadi total Rp 2,3 triliun. Selain itu, ada alokasi gaji pegawai Rp 1,5 triliyun sehingga total hampir sekitar Rp 7 triliyun adalah anggaran yang hanya numpang lewat.(BS03)