Realisasi Pendapatan Negara Menurun Pada Semester I/2016

Redaksi - Jumat, 22 Juli 2016 11:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Realisasi-Pendapatan-Negara-Menurun-Pada-Semester-I-2016.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi

Beritasumut.com-Hingga semester I Tahun 2016, pendapatan negara telah mencapai Rp634.677,2 miliar atau 35,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016. Realisasi tersebut lebih rendah sebesar Rp33.249,2 miliar dari realisasi pada semester I tahun 2015 sebesar Rp667.926,4 miliar atau 37,9 persen dari targetnya dalam APBNP tahun 2015.“Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi domestik yang belum optimal, tren perlambatan ekonomi global yang berdampak terhadap rendahnya aktivitas ekspor dan impor, rendahnya harga minyak mentah dunia, penurunan permintaan dari negara maju, dan rendahnya harga komoditas dunia terutama batubara,” jelas Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat menyampaikan laporan pelaksanaan APBN Semester I Tahun 2016 kepada pimpinan Badan Anggaran DPR-RI, seperti dilansir setkab.go.id, Jumat (22/07/2016).Di sisi belanja negara, realisasi dalam semester I tahun 2016 sebesar Rp865.354,4 miliar atau 41,5 persen dari pagu APBNP tahun 2016. Realisasi Belanja Negara tersebut secara nominal lebih tinggi sebesar Rp113.161,0 miliar dari realisasi belanja negara pada semester I tahun 2015 sebesar Rp752.193,4 miliar atau 37,9 persen dari pagu APBNP tahun 2015.Lebih tingginya realisasi Belanja Negara pada semester I tahun 2016 tersebut, menurut Menteri Keuangan (Menkeu) dipengaruhi oleh: a. percepatan penyerapan Belanja Pemerintah Pusat karena percepatan lelang dalam anggaran Belanja K/L ; serta b. percepatan penyerapan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa, yaitu adanya perubahan mendasar pada penyempurnaan struktur, klasifikasi, perluasan cakupan anggaran Transfer ke Daerah dan perubahan pola penyaluran Dana Desa menjadi dua kali dalam setahun.Adapun realisasi defisit anggaran dalam semester I tahun 2016, menurut Menkeu, sebesar Rp230.677,2 miliar atau 1,83 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Realisasi defisit anggaran tersebut lebih rendah sebesar Rp146.410,1 miliar dari realisasi defisit anggaran pada semester I tahun 2015 sebesar Rp84.267,1 miliar atau 0,73 persen dari PDB tahun 2015,” jelas Menkeu dalam buku “Laporan Pemerintah Tentang Pelaksanaan APBN Semester I Tahun 2016”  yang telah diserahkannya kepada pimpinan Badan Anggaran DPR-RI itu.Menkeu menilai, defisit anggaran tersebut dipengaruhi oleh perlambatan realisasi pendapatan negara dan percepatan penyerapan belanja negara.Dalam rangka menutup defisit anggaran tersebut, lanjut Menkeu, pemerintah berupaya memenuhi dari penerimaan pembiayaan anggaran yang bersumber dari utang dan nonutang.RealisasiDi sisi pembiayaan anggaran, realisasi dalam semester I tahun 2016 mencapai Rp276.587,5 miliar atau 2,19 persen terhadap PDB. “Realisasi pembiayaan anggaran tersebut secara nominal lebih tinggi sebesar Rp99.400,2 miliar dari realisasi pembiayaan anggaran pada semester I tahun 2015 sebesar Rp177.187,3 miliar atau 1,54 persen terhadap PBD,” jelas Menkeu seraya menambahkan, realisasi pembiayaan anggaran pada semester I dipengaruhi oleh kondisi portofolio dan risiko utang, kondisi pasar SBN, perubahan nilai tukar Rupiah, realisasi pembayaran cicilan pokok utang luar negeri dan pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada organisasi/lembaga keuangan internasional untuk Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

TP4 Ikut Mendorong Percepatan Serapan Anggaran Pemprov Sumut

Ekonomi

Sekda Sumut Akui Proses Lelang Jabatan Berdampak pada Serapan Anggaran

Ekonomi

Serapan Anggaran 30 Kementerian/Lembaga Masuk Kategori Rendah

Ekonomi

Triwulan I 2016, Serapan Anggaran Pemko Medan 22%

Ekonomi

Realisasi Anggaran Distanla Medan Baru 25 Persen

Ekonomi

Serapan Anggaran BLH Medan Sangat Minim