Beritasumut.com-Tim Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan serta Bank Indonesia ke Tapanuli Utara mengetahui, memahami dan mempelajari format dan metoda pelaksanaan pasar lelang hasil pertanian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Dilansir dari laman resmi taputkab.go.id, Sebelum ke pasar lelang Siborongborong, rombongan terlebih dahulu mendengarkan pemaparan tentang pasar lelang dari Bupati Tapanuli Utara diwakili Asisten Pembangunan Drs Parsaoran Hutagalung, di Pendopo rumah dinas Bupati Taput, awal pekan ini.
“Pasar Lelang Tapanuli Utara ini adalah sebuah keberanian untuk memulai. Dalam benak saya, apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat petani agar mereka termotivasi untuk bertani. Akhirnya saya langsung tegaskan untuk membuat pasar lelang, langsung berjalan tanpa harus menunggu ini dan itu. Ternyata ini sangat menggeliat dan menyentuh langsung masyarakat petani dan mendapat sambutan baik dari masyarakat karena masyarakat mendapat harga terbaik untuk komoditi cabai merahnya,” sebut Bupati dalam paparan yang dibawakan Asisten Pembangunan.
Untuk membantu melepaskan masyarakat dari ketergantungan pada praktek ijon, Bupati juga telah mengambil langkah memberikan pupuk bersubsidi bayar pasca panen bagi masyarakat melalui Perusda Pertanian, dan juga mulai tahun 2017 akan menganggarkan pemberian subsidi harga produk pertanian tertentu kepada petani agar ketika harga anjlok, dibawah biaya produksi, petani tidak merugi, sedemikain, maka masyarakat petani tetap termotivasi untuk bertani tanpa ada rasa takut untuk merugi.
"Pasar Lelang Taput bisa menjadi Ikon Pasar Lelang Indonesia, kami benar-benar memberikan apresiasi karena Bupati Taput yang benar-benar memberikan perhatian akan jalannya pasar lelang ini. Kami salut karena Pasar Lelang yang telah kami bina saja belum bisa seperti ini, sangat konsisten pelelangannya. Sungguh luar biasa, kami akan laporkan hasil kunjungan ini langsung kepada Bapak Presiden melalui pimpinan kami dan akan kami kirimkan juga ke Pemkab Taput nantinya,” ujar Kabag Penguatan dan Pengawasan Pasar Lelang Komoditas Sentot Kamaruddin dari Bappebti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (BS02)