Beritasumut.com-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengaku senang karena sebahagian besar masyarakat khususnya yang berada di sekitar Danau Toba mendukung dibentuknya Badan Otorita Danau Toba. Hal ini diketahui diberdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Universitas Tapanuli (Unita) bekerja sama dengan RE Foundation. "Hasil penelitian Unita dan RE Foundation yang menghasilan 97 persen masyarakat sekitar Danau Toba setuju dibentuknya Otorita Danau Toba itu menunjukkan semangat dan keinginan rakyat yang sama dengan pemerintah," ujar Rizal Ramli usai menerima hasil penelitian yang disampaikan Direktur RE Foundation RE Nainggolan dan Rektor Unita Adriani Siahaan di Hotel JW Marriot Medan Jumat (17/06/2016).Dengan adanya persetujuan dari masyarakat, lanjut Rizal Ramli maka dapat dipastikan kalau pembentukan Badan Otorita pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba akan segera dibentuk. Ditegaskan Rizal Ramli, kesiapan dan persetujuan masyarakat Danau Toba atas pengembangan Danau Toba menunjukan impian, menunjukkan semangat, keinginan rakyat agar cita-cita Danau Toba sebagai objek wisata dunia tercapai. "Apalagi Presiden Joko Widodo sendiri sudah menandatangani Otorita Danau Toba itu. Nah dengan masyarakat juga setuju, maka Insha Allah semua impian akan menjadi kenyataan. Dan sekarang, kita sedang berbenah dan melakukan "review" seleksi struktur organisasi dan banyak hal lainnya," ujarnya.Sekedar informasi, untuk pengembangan pariwisata pemerintah melakukan dua cara yaitu lewat pembentukan badan otorita dan penetapan kawasan ekonomi khusus (KEK) bidang pariwisata. Dari 10 kawasan tersebut, enam lokasi akan dikelola badan otorita dan empat lainnya berbentuk KEK. Enam destinasi pariwisata yang dipegang badan otorita yakni Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bodobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, serta Wakatobi. Direktur RE Foundation RE Nainggolan mengatakan penelitian terkait tanggapan masyarakat terkait pembentukan Badan Otorita Danau Toba dilakukan Unita dan RE Foundation pada Mei 2016 lalu. Penelitian dengan metode deskriftif itu dilakukan terhadap 371 korespon dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaaan mulai pengrajin, buruh, pengusaha, mahasiswa, dosen, tokoh adat, agama dan lainnya.Hasil penelitian yang diakukan terhadap dosen dan mahasiswa senior Unita, kata dia, 97 persen yang masing-masing 47,3 persen sangat setuju dan 49,7 persen setuju terbentuk Otorita Danau Toba. Dalam penelitian tersebut, Lanjut RE Nainggolan, masyarakat sekitar Danau Toba berharap tetap menjadi subjek atau dilibatkan dalam setiap kegiatan di Danau Toba sehingga ada kontribusi nyata dalam kehidupan mereka khususnya ditandai dengan perekonomian yang meningkat. Dengan dibentuknya Otorita Danau Toba masyakat berharap jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba semakin meningkat. Hal ini tentunya harus didukung dengan infrastruktur yang semakin baik sehingga keindahan Danau Toba semakin meningkat dan terjaga."Masyarakat siap berpartisipasi dengan ikut menjaga keamanan, kebersihan dan i menjaga kelestarian budaya di sana (Danau Toba)," katanya. Sementara itu Rektor Unita Adriani Siahaan mengatakan untuk mendukung Danau Toba sebagai Monaco-nya Asia, unita meresponnya dengan berbagai langkah khususnya peningkatakan Sumber Daya Masyarakat (SDM) melalui pembentukan atau peningkatan Kejuruan yang berkaitan untuk kesiapan masyarakat daerah itu menjadi sadar wisata. "Bukan hanya Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya yang diperdalam, tetapi juga bagaimana melatih kepribadian seperti halnya bagaimana menujukan keramahtamahan lewat ucapan salam yang baik kepada pengunjung atau turis. Karena memang selama ini hal ini termasuk yang susah dilakukan," ujarnya.(BS03)