Sayuran Masih Berdebu Sinabung, Pedagang Sayuran di Langkat Merugi

Redaksi - Rabu, 08 Juni 2016 14:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Sayuran-Masih-Berdebu-Sinabung--Pedagang-Sayuran-di-Langkat-Merugi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS08
Pedagang sayuran di pasar tradisional Langkat.

Beritasumut.com-Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo hingga kini masih berdampak terhadap sayuran dan komoditas pertanian khas produksi petani di Kabupaten Karo. Sayuran yang terpapar debu Sinabung menjadi cepat rusak, pedagang sayuran di sejumlah daerah mengaku merugi.Di pasar tradisional Kabupaten Langkat, hampir seluruh komoditas sayur mayur berasal dari Kabupaten Tanah Karo. Mulai dari tomat, cabai, brokoli, kol, wortel, kentang, sawi,  terong hingga selada seluruhnya berasal dari para petani di kaki Gunung Sinabung dan kaki Gunung Sibayak di Kabupaten Karo.Sejak Gunung Sinabung bergejolak, hampir seluruh komoditas sayuran pasokannya berkurang. Bukan itu saja, sayur mayur dari Kabupaten Karo juga kotor dan berdebu akibat terpapar debu erupsi Gunung Sinabung. Para pedagang di pasar ini harus membersihkan sayur jualan mereka agar terlihat lebih bersih.Menurut Sinurat, pedagang sayuran di sana, mengatakan, sayuran yang terpapar abu vulkanik Gunung Sinabung menyebakan kualitas sayuran berkurang dan tidak tahan lama. “Biasanya sayuran seperti tomat dan brokoli dapat bertahan selama lima hari, kini hanya bisa bertahan dua tiga hari saja, kemudian langsung layu dan busuk,” ujarnya.Sinurat juga mengaku mengalami banyak kerugian akibat sayuran yang terkena oleh abu vulkanik ini, selain itu para konsumen juga banyak yang enggan membeli karena sayuran yang berabu. “Jelas kami mengalami banyak kerugian akibat abu vulkanik ini, para pembeli banyak yang tidak mau membeli, karena menganggap sayuran yang kami jual itu kotor,” sambungnya.(BS08)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Harga Ikan di Binjai Berangsur Normal

Ekonomi

PNS Berebut Beli Gula Pasir Murah di Pasar Murah Pemprov Sumut

Ekonomi

Masyarakat Masih Ragu Beli Daging Beku di Pasar Murah

Ekonomi

Pedagang Bakso: Sudah Naik Harga Daging, Payah Pula Dapatkannya

Ekonomi

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pedagang Bakso Mengeluh

Ekonomi

Pasar Murah Pemko Binjai Dimulai