Jelang Puasa, Permintaan Kolang-Kaling Meningkat 5 Kali Lipat

Redaksi - Sabtu, 04 Juni 2016 10:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Jelang-Puasa--Permintaan-Kolang-Kaling-Meningkat-5-Kali-Lipat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS08
Fatimah dan para pengrajin kolang-kaling di kecamatan Selese, kabupaten Langkat, Sumatera Utara

Beritasumut.com-Permintaan makanan khas berbuka puasa meningkat hingga 5 kali lipat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Para pedagang musiman pun bermunculan untuk menjajakan dagangannya. Salah satunya makanan olahan dari biji pohon Aren (Arenga Pinnata) yang kerap dikenal dengan nama Kolang-kaling.

Kolang-kaling atau buah atap, merupakan nama cemilan kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Memasuki awal Ramadhan, pedagang musiman yang menjual kolang-kaling ini mulai bermunculan di sejumlah pasar-pasar radisional. Salah satunya adalah pasar tradisional di kecamatan Selesai, kabupaten Langkat. Timbunan buah kolang-kaling yang sudah diturunkan dari pohonnya terhampar hingga berton-ton banyaknya.

Fatimah, pemasok kolang-kaling di pasar tradisional kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, mengakui, permintaan kolang-kaling tidak hanya menembus pasar-pasar tradisional di Langkat, tetapi juga sudah menembus kota-kota lain seperti Batam, Aceh, Jakarta, hingga ke negara Malaysia.

"Setiap Ramadhan dan menjelang Idul fitri, permintaan kolang kaling pasti meningkat. Tahun ini meningkat jadi 5 kali lipat. Tiap hari biasanya kami harus menyiapkan lima ton buah kolang-kaling," terang Fatimah.

Kolang kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes yang berarti "benda-benda licin kecil" ini, diolah Fatimah dan para pekerjanya dengan sederhana. Sebelumnya, buah aren berwarna hijau ini direbus ke dalam wadah selama lebih kurang 2 jam. Setelah warnanya menguning, kemudian ditiriskan airnya dan dibiarkan mendingin. Buah yang sudah dingin lalu dikupas kulitnya dan diambil bijinya yang berwarna putih.

"Biasanya per kilogram kami jual seharga Rp 6000," ujar Fatimah. Sambil memasak kolang-kaling, dia menjelaskan, biji kolang-kaling yang sudah dikupas yang ditumbuk menggunakan kayu agar bentuknya melebar dan pipih. Kolang-kaling yang siap dijual, direndam air untuk menjaga citarasanya.

Sementara itu, sejumlah pekerja yang sehari-harinya mengais rezeki dari mengolah buah kolang-kaling di Langkat, mengaku gembira dengan pekerjaan yang dilakoninya. Mereka mengatakan, tingginya minat pembeli kolang-kaling menjadi keberkahan tersendiri dari bagi mereka dan keluarganya. (BS08)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Perkuat Pasokan LPG Jelang Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut Tambah 3,2 Juta Tabung

Ekonomi

Jelang Ramadan, Presiden Prabowo Pastikan Stok Pangan Nasional Aman

Ekonomi

Apel Pergeseran Pasukan Jelang Pemilu, Pj Gubernur Sumut Ingatkan Petugas Bekerja Profesional

Ekonomi

Walikota Medan Berpesan Masyarakat Tetap Jaga Suasana Kondusif Natal

Ekonomi

Apel Gelar Pasukan Jelang Pemilu, Pj Gubernur Sumut Pastikan Jajarannya Siap Jaga Ketentraman dan Ketertiban Umum

Ekonomi

Gubernur Sumut Pimpin Rapat Antisipasi Inflasi Jelang Ramadan