Beritasumut.com-Dirjen Tanaman Pangan RI dalam paparannya menyebutkan, setiap tahunnya Indonesia membutuhkan lebih dari 22 juta ton ubi kayu untuk diolah menjadi panganan. Sementara itu, Sumatera Utara memberikan kontribusi 977 ribu ton atau sekitar 3,61 persen dari total kebutuhan konsumsi ubi singkong setiap tahunnya.Seperti dilansir dalam resmi asahankab.go.id, grafik pertanaman dan produksi ubi singkong di Sumut termasuk Asahan selama ini sudah cukup baik, akan tetapi secara perkembangannya singkong sudah menjadi salah satu komoditi dunia. Peran pemerintah untuk mendukung petani singkong baik dengan cara membangun pabrik atau membuka lahan ini sangat dibutuhkan."Harapan kita bersama ubi kayu sigkong ini tetap menjadi kebangaan kita bangsa Indonesia sebagai salah satu komoditi dunia. Rangsangan pemerintah daerah terhadap tanaman singkong baik berupa regulasi maupun dukungan lainnya sangat membantu hal ini," ungkap Direktorat Tanaman Pangan RI Ir Kusyanto saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Masyarakat Singkong Indonesia bertajuk peluang dan tantangan industri tapioka singkong menjadi komoditi dunia di Wilayah Kabupaten Asahan di Aula Melati Kantor Bupati, Rabu (11/5/2016). Seminar Nasional ini menghadirkan Ketua Pusat MSI Suharyono Husein, ratusan peserta yang terdiri dari kelompok tani masyarakat, pengusaha, sampai mahasiswa dari jurusan pertanian, dan sebagai pembicara dari Direktorat Tanaman Pangan RI Ir Kusyanto.(BS02)