DPRD: Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera Jangan Rugikan Warga

Herman - Minggu, 08 Mei 2016 13:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_DPRD--Pembebasan-Lahan-Tol-Trans-Sumatera-Jangan-Rugikan-Warga.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Pemko Medan diminta tidak memperdayai masyarakat dengan memberikan kompensasi jauh di bawah harga standart untuk pembebasan lahan untuk pembangunan sejumlah proyek pemerintah. Seperti halnya pembangunan jalan tol Trans Sumatera.Pemerintah diminta tidak memakai istilah ganti rugi sebagai kompensasi yang jelas merugikan masyarakat pemilik lahan yang akan dibebaskan. "Jangan ada lagi istilah ganti rugi. Yang ada ganti untung. Kan ada aturannya, NJOP kali harga pasaran. Itu lah aturan yang harus di ikuti Pemko Medan," ujar Ketua Komisi D DPRD Medan Sabar Syamsuria Sitepu, kepada beritasumut.com, Minggu (08/05/2016).Sabar mengatakan  pada prinsipnya DPRD Medan mendukung proses pembangunan di Kota Medan, karena untuk memperlancar roda perekonomian. Namun kebijakan tersebut tidak harus merugikan rakyat di rugikan, terkhusus warga miskin."Pembebasan lahan nanti jangan ada pemotongan. Pemko Medan harus membayar ganti untung sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada oknum yang coba bermain, kami siap menerima pengaduan mereka dan memperjuanhkan hak mereka," tegasnya.Politisi Partai Golkar ini juga menitipkan pesan moral kepada Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, yang menerima audiensi Tim Pembebasan Lahan Jalan Tol Trans Sumatera beberapa waktu lalu, agar memperjuangkan nasib masyarakat kecil, sesuai dengan ideologi partai yang ia yakini."Pak Akhyar itu kan warga Kecamatan Medan Deli, jadi tolonglah diperhatikan tetangganya. Jangan sampai masyarakat terkesan tidak mendukung program pemerintah dengan menolak tawaran biaya pembebasan lahan yang ditawarkan," pungkasnya.Sekerda infromasi, Tim Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Trans Sumatera Riadil Akhir Lubis, mengunjungi Pemko Medan untuk meminta dukungan agar menyampaikan wacana ini kepada masyarakat di Kelurahan Tanjung Mulia dan Tanjung Mulia Hilir, mau menerima tawaran pembebasan lahan. Sebab untuk proyek sepanjang 16,8 kilomoter ini menelan biaya sebesar Rp2 triliun.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Progres Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai Capai 40%

Ekonomi

Aplikasi Mobile Tolkita, Permudah Perjalanan Mudik Anda

Ekonomi

Warga Tuntut PT Waskita Karya dan PT Jasa Marga Segera Selesaikan Pembangunan Jalan Tol

Ekonomi

Pembajakan Truk CPO, Poldasu Dalami Keterlibatan Oknum Aparat

Ekonomi

Jokowi Perintahkan Pemda Segara Belanjakan Rp 220 Triliun

Ekonomi

Liburan, Jalinsum Lubuk Pakam-Medan Padat Merayap