Arlinda : Kriteria Produk yang Dijual ke Arab Saudi Cukup Ketat

- Rabu, 04 Mei 2016 23:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Kemendag--Visi-Arab-Saudi-2030-Perkuat-Kerja-Sama---Buying-Mission---.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Visi Arab Saudi 2030

Beritasumut.com-Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Arlinda, meminta pengusaha Indonesia meningkatkan kualitas produknya yang akan dijual ke Arab Saudi. Pasalnya, dibandingkan dengan negara lain, Arab Saudi memiliki kriteria produk yang cukup ketat.

"Ada kriteria-kriteria yang cukup ketat bagi produk-produk yang dipasarkan di Arab Saudi. Untuk itu, pelaku-pelaku usaha Indonesia harus terus-menerus meningkatkan kualitas produknya," ujarnya dilansir dari laman resmi kemendag.go.id, Rabu (04/05/2016). 

Arlinda menjelaskan, kriteria tersebut antara lain, pertama, perusahaan yang akan memasok produk ke Arab Saudi harus kredibel, khususnya mengenai keamanan jumlah pasokan (secure of supply). Kedua, memenuhi standar internasional yang dipersyaratkan. Khusus untuk Arab Saudi, harus memenuhi standar yang ditetapkan Saudi Standards, Quality and Metrology Organization (SASO). Ketiga, yang tak kalah penting adalah memenuhi persyaratan halal.

"Ke depan, kegiatan serupa ini diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Arab Saudi. Tidak hanya peningkatan di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga sektor lain yang menguntungkan kedua belah pihak. Apalagi, hubungan Indonesia dan Arab Saudi mempunyai sejarah yang cukup panjang," tambah Arlinda.

Peluang kerja sama dengan Arab Saudi terbuka lebar seiring dengan reformasi ekonomi "Visi Arab Saudi 2030". Peluang di bidang energi baru dan terbarukan, pembangunan infrastruktur, serta ekspor produk mamin akan semakin luas untuk digarap oleh pelaku usaha Indonesia.

Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi telah menyetujui rancangan reformasi ekonomi melalui visi Arab Saudi 2030 untuk melepaskan Arab Saudi dari ketergantungan pada minyak di 2020 mendatang. Untuk memenuhi visinya itu, Arab Saudi akan banyak mendirikan pabrik untuk kebutuhan militernya dan mendongkrak investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), termasuk menggenjot jumlah kunjungan jamaah umroh setiap tahun dan melepas saham Aramco sebesar 5%.

Arab Saudi merupakan salah satu mitra dagang potensial Indonesia di kawasan Timur Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi periode 2011-2015 memperlihatkan pertumbuhan positif sebesar 3,89% per tahun. Rata-rata nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi pada periode 2011-2015 tercatat sebesar USD 1,83 miliar per tahun. 

Sementara itu, rata-rata nilai impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi tercatat sebesar USD 921,23 juta per tahun pada periode yang sama. Neraca perdagangan nonmigas kedua negara mengalami surplus 29,84% pada 2015. Sementara itu, produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi pada 2015 adalah kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, tuna, karet dan produk karet, plywood, kertas dan produk kertas, bubur kertas, arang kayu, serta tekstil dan produk tekstil.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Disperindag Sumut : Pasokan Gula di Sumut Aman untuk Dua Bulan Mendatang

Ekonomi

Harga Gula Melambung Tinggi, Kemendag Tugaskan Inkoppol OP di Sumut

Ekonomi

Indonesia Antisipasi Standar Kesehatan Produk Perikanan

Ekonomi

Pemprov Sumut : Lebih dari 100 Perda Bisa Dibatalkan

Ekonomi

Pemprov Sumut Usulkan Enam Perda untuk Dibatalkan

Ekonomi

Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pimpinan Turun Karena Kasus Korupsi di Sumut