Beritasumut.com-Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk tentunya volume sampah yang diproduksi akan semakin meningkat, sementara daya tampung dan usia pakai tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada semakin terbatas karena hanya mengandalkan sistem open dumping. Pemanfaatan sampah menjadi sumber energi saat ini masih sangat minim sehingga yang terjadi saat ini sampah hanya menjadi sumber masalah bukan anugerah.Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Rida Mulyana usai meluncurkan Buku Panduan Percepatan Pengembangan Sampah Menjadi Energi mengungkapkan, pemanfaatan sampah menjadi energi masih sangat minim. Saat ini, capaian pembangkit listrik berbasis sampah kota di Indonesia baru mencapai 17,6 MW sementara potensi yang dimiliki sekitar 2.066 MW sehingga masih banyaknya potensi sampah yang belum termanfaatkan.Minimnya pemanfaatan tersebut menurut Rida merupakan peluang bagi investor untuk mengembangkan potensi sampah yang ada untuk menjadi energi listrik."Banyaknya sampah yang tidak termanfaatkan juga akan menimbulkan permasalahan lingkungan yang menghasilkan emisi gas methane (CH4) dan karbondioksida (CO2). Pada sisi lain sampah mempunyai potensi energi biomassa yang dapat dikonversi menjadi energi lain, salah satunya menjadi energi listrik," ujar Rida dilansir dari laman resmi esdm.go.id. (BS02)