Beritasumut.com-Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Simalungun, mengungkapkan, kematian 400 ton lebih ikan di Kerambah Jala Apung (KJA) milik warga Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun dikarenakan kepadatan yang mengakibatkan minimnya kandungan oksigen dalam air. Hal itu dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium dari sempel air, bangkai ikan hingga pakan. dr Ririn, tim medis yang turun langsung memeriksa dan mengambil sempel-sempel tersebut saat dihubungi, Rabu (04/05/2016), mengatakan, dari hasil pemeriksaan selama ini, kebutuhan oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) dalam air untuk spesies ikan seharusnya di atas 3. Namun dalam keramba-keramba milik warga tersebut, jumlah DO hanya 0,8."Jadi ini sangat rendah. Seminim-minimnya DO untuk ikan itu seharusnya 3. Jadi dugaan sementara ini diakibatkan karena terlalu padatnya jumlah ikan dalam setiap kerambah, serta jarak satu kerambah dengan kerambah lainnya sangat dekat, yang mengakibatkan DO air sangat minim," terangnya.Hal itu juga dibuktikan dari pemantauan langsung di seputaran KJA atau di luar dari kerambah. Dalam pantauan tersebut, jelas dr Ririn, ikan-ikan yang ada di luar KJA tidak mengalami kematian sama sekali. "Kalau dugaan keracunan kemungkinan tidak, ya. Karena ikan-ikan di luar saja tidak ada yang mati. Selain itu, jumlah DO air di luar kerambah juga berbeda. Hingga seratus meter dari areal keramba, DO air baru terlihat normal," ujarnya.Namun, untuk memastikan lebih jauh, serta menjaga kecurigaan masyarakat yang sewaktu-waktu dapat muncul, pihaknya juga membawa sempel ikan-ikan yang mati serta pakan, untuk diperiksa.(DS09)