Beritasumut.com-Dikenal sebagai salah satu sentra produksi hasil laut di Sumatera Utara, kawasan Bagan Percut, di Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang selalu ramai dikunjungi masyarakat.Menurut Koad Chamdi, pengusaha Medan Crispy 22, potensi ini dapat menjadi peluang usaha yang menggiurkan."Ini potensi besar, ini pasar yang harus dimanfaatkan masyarakat di sini. Banyak potensi yang bisa diangkat, jadi masyarakat di sini jangan hanya jadi penonton, sebaliknya bisa memanfaatkan banyaknya pendatang tersebut sebagai pasar untuk produk khas wilayah ini," ungkap Chamdi di sela-sela acara penutupan pelatihan pembuatan produk makanan olahan berbasis ikan, di Desa Percut, Selasa (03/05/2016).Lebih jauh Chamdi menjelaskan, masyarakat Bagan Percut harus bisa membuat produk-produk khas, apakah itu kerajinan tangan atau makanan, sehingga bisa djadikan oleh-oleh bagi wisatawan. "Jangan sampai wisatawa pulang dari sini dengan tangan hampa, karena tidak ada produk khas yang bisa dibawa. Jangan pula nantinya produk dari luar yang masuk ke sini, hingga jadi oleh-oleh wisatawan. Kalau itu yang terjadi, masyarakat di sini akan rugi," jelas Chamdi.Bersama dengan Dian Hayati, pengusaha Abon Hayati yang mengajarkan cara pembuatan abon dari bahan baku berbagai jenis ikan dan udang, Chamdi menjadi instruktur untuk pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Deli Serdang. Di tempat yang sama, Dian juga memotivasi masyarakat untuk bisa memanfaatkan ilmu yang telah didapat, guna menghasilkan produk unggulan Bagan Percut."Di sini banyak potensi bahan baku, berbagai jenis ikan, udang, atau kepiting yang harganya murah, yang bisa diolah menjadi abon atau produk makanan lain. Tinggal bagaimana kita berkreasi, sehingga produk itu punya nilai tambah ketika dijual sebagai barang jadi yang sudah dikemas," ujar Dian. (BS02)