Beritasumut.com-Produk lifestyle buatan anak negeri seperti tas kulit, dompet, mutiara, bahkan kotak pensil, dan lunchbox laris manis dibeli para buyers internasional. Barang-barang inidiminati pengusaha asal Jepang, Doha, Singapura, Thailand, India, dan RRT."Nilai transaksi yang berhasil diraih on the spot saja mencapai USD 675.000. Transaksi potensial diperkirakan juga akan terjadi ke depannya. Delapan perusahaan asal Indonesia patut berbangga, produk-produknya punya daya saing tinggi di kancah global," tutur Atase Perdagangan Thailand Rita Tri Mutiawati, Minggu (24/04/2016) seperti dilansir dari laman resmi kemendag.go.id.Delapan perusahaan Indonesia itu sukses menggaet buyers internasional di ajang Bangkok International Gift+Fair Bangkok International Houseware Fair (BIG+BIH) 2016 yang digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC) Bang Na, Thailand. Keikutsertaan perusahaan Indonesia pada pameran yang diselenggarakan selama lima hari, 19-23 April 2016, itu merupakan hasil koordinasi Atase Perdagangan RI dan KBRI Bangkok, Thailand.Delapan UKM asal Indonesia yang ikut serta dalam pameran ini membawa berbagai produk yang cukup beragam. To~Ko Concept Store asal Bali membawa produk home decor jam, tempat tisu, pajangan modern dari kayu dan bambu. Indorisakti asal Yogyakarta mengusung pajangan dari recycled magazine, pigura, tempat tisu. Sementara Interlink Stone asal Malang memamerkan produk home decor dari natural stone.Dua pengusaha dari Bali, Ketut Putra Golf & Silver Smith asal Gianyar memamerkan perhiasan dari kerang, perak, mutiara dan gemstone; dan Naputo Bali asal Sukowati memamerkan produk tas dan dompet dari kulit ular piton. Asal Jakarta, pengusaha Lolitattoo mengusung produk jasa temporary tattoo dan nail art. Sedangkan perusahaan Spectacular Indonesia asal Surabaya membawa tas, batik, dan sandal kulit. Pengusaha Batik Kemayu asal Yogyakarta membawa pakaian batik, kain, dan tas batik.Penyelenggaraan pameran BIG+BIH 2016 merupakan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan Thailand dengan Department of International Trade promotion (DITP), Thai Lifestyle Product Federation (TLPF), dan Design & Object Association Thailand. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal DITP Malee Choklumlerd tersebut mengambil tema "ASEAN Life+Style" karena menampilkan produk-produk rumah tangga berkualitas.Ada sekitar 1.600 booth menempati 6 hall dengan total area seluas 40.000 m2.Para peserta pameran terdiri dari 600 perusahaan lokal Thailand dan dunia, seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Ghana, RRT, dan negara-negara Eropa. Adapun negara ASEAN juga turut tampil seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, termasuk Indonesia. BIG+BIH 2016 diperkirakan akan mencatatkan jumlah pengunjung sebanyak 50.000 orang hingga penghujung pameran.(BS02)