Beritasumut.com-Sekda Provsu Hasban Ritonga mengaku sudah memberikan argumen kepada Kementerian Pertanian terkait belum terserapnya anggaran Rp 510 miliar untuk pengadaan benih, pupuk, bibit dan lainnya. Salah satu argumen yang disampaikannya tentang iklim yang kurang mendukung di Sumut sehingga tidak mungkin untuk melakukan penanaman padi, jagung dan kedelai (Pajale)."Memang ada surat seperti itu, serapan anggaran harus sesuai tahapan yang ada. Tapi setelah diberikan argumentasi, pihak pemerintah pusat bisa memahami. Kalau perangkat lunak KPA sudah selesai, tidak ada masalah. Inikan baru triwulan pertama, memang iklim kurang mendukung jadi kita tetap optimis di akhir tahun semua terealisasi,"ujar Hasban kepada wartawan di Kantor Gubsu Kamis (21/04/2016).Dikatakan Hasban, pihaknya sudah meminta Dinas Pertanian bisa menyerap anggaran dengan cepat, tetapi harus mensiasati iklim ini juga. "Kita memang arahkan Dinas Pertanian, kalau tidak ada pengairan yang teratur dan pompanisasi yang bisa membagi air kita minta untuk tidak dilakukan dulu penanamannya. Kalau dipaksa ditanam benih, sia-sia," tutur Hasban.Dia optimis, anggaran dari Kementerian Pertanian bisa terserap semuanya."Dulu masih lebih parah lagi, triwulan 2 dana yang terserap masih 2 - 10 persen, ternyata diakhir tahun bisa 96 persen," katanya lagi.Dia juga mengaku pihaknya sudah menerima surat dari Kementerian Pertanian, tetapi bukan terkait pemotongan anggaran 2016 dan tidak dapat anggaran pada tahun 2017. "Bukan seperti itu, hanya memang tetap diharapkan Pemda bisa menyerap anggaran yang dikucurkan pusat, kedua serapan anggaran itu sesuai dengan tahapan-tahapannya, jangan pula diakhir tahun terserap yang mengakibatkan daya gunanya tidak maksimal," imbuh Hasban. (BS03)