Beritasumut.com-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama tahun 2013 mampu mempertahankan posisinya di lima besar lumbung beras Indonesia. Tak hanya surplus beras, provinsi ini juga mempertahankan prestasi swasembada jagung seperti tahun sebelumnya. "Plt Gubsu HT Ir Erry Nuradi MSi meminta capaian ini harus terus ditingkatkan sepanjang tahun 2016 dengan berbagai pendekatan mutu dan nilai tambah produk termasuk aplikasi paket teknologi pertanian," ujar Sekdaprovsu Hasban Ritonga saat kursus singkat bagi 134 Tenaga Harian Lepas Penyuluh pertanian di Hotel Garuda Plaza, Rabu (20/04/2016). Dikatakanya, produksi padi Sumut pada 2013 sebesar 3.665.433 ton gabah kering giling (angka ramalan atau ARAM II) yang setara 2.299.693 ton beras. Dengan produksi tersebut maka Sumut telah mampu berswasembada beras sebesar 122,50 persen, sehingga provinsi ini merupakan salah satu lumbung beras nasional atau terbesar ke-5 di Indonesia.Dijelaskannya atas dasar statistik jumlah penduduk Sumut 13.717.595 jiwa dengan produksi beras 2.299.693 ton maka Sumut surplus 422.440 ton atau swasembada 122,50 persen, karena kebutuhan beras per tahun 1.877.253 ton. Sementara konsumsi beras masyarakat 136,85 kg per kapita per tahun. "Ditinjau dari ketersediaan sumber daya lahan dan air, kemajuan teknologi, serta dukungan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pertanian, maka produksi padi di Sumut masih dapat ditingkatkan baik melalui kegiatan pencetakan areal sawah baru, meningkatkan luas panen dan meningkatkan produktivitas lahan. Apabila ketiga komponen tersebut kita laksanakan Insya Allah dapat meningkatkan ketahanan pangan di Sumut," jelasnya. (BS03)