Pidato di Sidang IMO

Presiden Jokowi Komit Jadikan Indonesia Poros Maritim Dunia

Herman - Rabu, 20 April 2016 09:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Presiden-Jokowi-Komit-Jadikan-Indonesia-Poros-Maritim-Dunia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di Gedung International Maritime Organization (IMO) London, Inggris.
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di hadapan peserta Marine Environment Protection Committee (MEPC) di Gedung International Maritime Organization (IMO) London, Inggris (19/4).Mengawali pernyataannya, Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih atas undangan untuk berbicara di forum IMO. "Sejak awal, saya memberi perhatian khusus kepada masalah-masalah kelautan ini," tambah Presiden.Bagi bangsa Indonesia, menurut Presiden, samudera memiliki arti penting historis, ekonomi dan geopolitik serta dikenal sebagai bangsa pelaut. "Kehidupan ekonomi kami sebagian berasal dari sumber daya maritim dan hasil perdagangan melalui laut kini kami berada di tengah pusat gravitasi ekonomi dan politik dunia, sebagai titik tumpu (fulcrum) dua samudera Samudera Pasifik dan Samudera Hindia," tutur Presiden Jokowi.Seperti yang telah sering disampaikan, Presiden menegaskan bahwa sudah terlalu lama Indonesia memunggungi laut padahal, jati diri asli adalah negara maritim. "Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dimana dua pertiga wilayah kami terdiri dari air. Air yang kaya sumber daya maritim. Ikan, gas, minyak, dan keragaman hayati," terang Presiden.Pemerintahan yang sekarang dipimpinnya, menurut Presiden, berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, menyuarakan lagi Jalesveva Jayamahe, dan kembali ke jati diri kami sebagai negara maritim. "Kami akan membangun infrastruktur maritim, menjaga sumber daya laut kami dari eksploitasi illegal dan merusak, memanfaatkan kekayaan laut untuk rakyat kami, menjaga keamanan dan keselamatan laut sebagai urat nadi perdagangan dunia melestarikannya untuk anak cucu kami dan untuk dunia," tegas Presiden Jokowi.Indonesia terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, lanjut Presiden, yang dipersatukan oleh laut. "Pembangunan konektivitas laut antar pulau-pulau itu –yang saya sebut sebagai pembangunan Tol Laut– menjadi sebuah keniscayaan dengan cara membangun pelabuhan baru, meng-upgrade pelabuhan-pelabuhan yang ada, dan menambah armada kapal logistik dan penumpang, serta modernisasi pengelolaan pelabuhan," sambung Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id, Rabu (20/04/2016).Semua yang dilakukan itu, menurut Presiden, untuk percepatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia serta menjadikan ekonomi Indonesia lebih efisien dan kompetitif.Pada awalnya banyak pihak yang pesimis dengan rencana ini, namun Presiden menambahkan, rencana pembangunan infrastruktur laut ini sudah mulai berjalan. "Sejak 2015, kami telah menyelesaikan 27 pelabuhan baru. Kami juga sedang membangun 68 pelabuhan lagi, yang tersebar di Maluku, Papua, NTT, dan Sulawesi. Saat ini, kami juga sedang menambah 200 kapal patroli, penumpang, ternak, navigasi dan barang," terang Presiden Jokowi.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Gubernur Bobby Nasution Dampingi Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Infrastruktur di Tapteng

Ekonomi

Arus Balik Lebaran, Pertamina Sumbagut Bersama Staf Khusus Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Energi

Ekonomi

Kunker ke Singkawang, Menko AHY Hadiri Perayaan Cap Go Meh dan Cek Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi

Apresiasi Pengelolaan Arus Mudik-Balik Lebaran, Menko AHY: Ini Kontribusi dari Semua Pihak

Ekonomi

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Ekonomi

Walikota Binjai Terima Audiensi dari Kementerian Agama Binjai