Beritasumut.com-Lonjakan harga Cabe dan Bawang yang diperkirakan terjadi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dinilai dapat meningkatkan inflasi. Berdasarkan data BI, angka inflasi Sumut pada triwulan pertama tahun 2016 mencapai 0,88% yang berada di atas angka nasional pada periode yang sama yaitu 0,61 persen. Untuk menekan angka inflasi Pemprovsu melalui Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara telah memiliki strategi diantaranya menyurati Menko Perekonomian membantu memenuhi pasokan kebutuhan di Sumut, menggelar Operasi Pasar dan mempercepat pembukaan Toko Tani Indonesia (TTI). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut dan Aceh Difi Ahmad Johansyah Difi Johansyah pihaknya menggagas kerjasama antara Sumut dan Provinsi Aceh untuk perdagangan antar daerah."Kami dalam waktu dekat melaksankan MoU dengan daerah lain yang surplus seperti Aceh yang surplus bawang," jelas Difi kepada beritasumut.com, Minggu (10/04/2016). Dijelaskan Difi, Sumut punya karakteristik yang unik dibanding daerah lain di mana kalau perekonomian tumbuh, tingkat konsumsi juga meningkat, sehingga bisa mendorong meningkatknya inflasi. Lebih jauh lagi, upaya pengendalian inflasi terus dilakukan berbagai pihak melalui inovasi.Salah satu inovasi terbaru adalah sebagaimana yang dilakukan Pemkab Taput yang sudah menggelar lelang komoditasi pertanian. "Sudah dilaksanakan di Siborong-borong, Taput berupa lelang cabe merah, yang digelar di pasar terbuka. Sudah jalan enam kali lelang, dan nanti akan diperluas jenis komoditinya. Lelang seperti ini baik karena akan menjadi barometer harga," ujar Difi. Sementara itu, Sekda menjelaskan berdasarkan laporan stok komoditas bahan pokok di Sumut cukup. "Seperti beras, daging , ayam dan telur untuk tiga bulan ke depan cukup," jelas Sekda. Demkian pula harga bawang dan cabe masih dalam kisaran normal. Kabiro Perekonomian Bondaharo menambahkan, TPID bekerjasama dengan aparat akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan bahan pokok. "Jangan ada penimbunan stok, pemerintah akan terus lakukan pengawasan. Stok bahan pokok aman, masyarakat tidak perlu cemas,"katanya. (BS03)