Beritasumut.com-Sulitnya mendapatkan bahan baku, salah satu yang membuat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Medan tidak bisa berkembang pesat.Hal tersebut diakui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan Arjuna Sembiring kepada wartawan, Kamis(07/04/2016).Menurut Arjuna, kondisi tersebut membuat Medan belum mampu mengikuti apalagi menyaingi Bali yang UMK-nya sudah sangat maju.Hingga kini, kata Arjuna, pelaku UKM di Medan masih mengandalkan bahan baku dari luar pulau Sumatera seperti Jawa."Produk banyak, tapi bahan baku kadang tidak ada. Kita belum bisa kayak Bali yang sudah menerapkan One Product One Village," jelasnya.Kendati demikian, kata Arjuna, pihaknya tetap berupaya untuk meningkatkan kualitas UKM di Kota Medan. Upaya yang ia lakukan seperti pengembangan lima kluster yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Kelima kluster itu yakni Batik yang terletak di Tembung dan Bromo, Kluster kulit dan turunannya yang terletak di AR Hakim. Kemudian kluster rotan yang terletak di Jalan Gatot Subroto, handicraft berupa souvenir di sekitar Jalan Perjuangan, dan kluster kuliner."Nanti kita akan bangun seperti gapura untuk luma kluster itu. Saat ini data kita mencatat ada 222.000 pelaku UKM di Kota Medan. Saya yakin ada penambahan, sekitar 300.000 pelaku UKM sampai tahun 2016," pungkasnya.(BS01)