Beritasumut.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi berharap Danau Toba tidak hanya sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai danau yang memberikan nilai tambah prekonomian masyarakat dari bidang perikanan air tawar alami.
Harapan itu dikemukakan Tengku Erry usai menabur benih ikan dalam program Pelestarian Danau Toba di Dermaga Toledo Resort, Kabupaten Samosir, Selasa (8/3/2016).
Turut dalam acara tersebut Ketua TP PKK Sumut Evi Diana, Kadis Kelautan Perikanan Pemprov Sumut Zonni Waldi, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Pj Bupati Simalungun Binsar Situmorang, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Kepala Bappeda Pemprov Sumut Arsyad Lubis, Kadis Kehutanan Pemprov Sumut Hallen Purba, Kadis Bina Marga Pemprov Sumut Effendi Pohan, Kaban Perizinan Terpadu Pemprov Sumut Sarmadan Hasibuan, Kaban Bakorluh Pemprov Sumut Bonar Sirait, dua Anggota DPRD Sumut dan Pimpinan SKPD lainnya.
Dalam kesempatan itu, Tengku Erry mengatakan, Danau Toba harus memberikan nilai tambah ekonomi, tidak hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga dari bidang perikanan air tawar secara alami yang mendukung pelestarian Danau Toba.
"Pemerintah Provinsi terus merangkul seluruh pihak yang punya komitmen dan visi yang sama dalam pelestarian Danau Toba. Salah satunya dengan program tabur benih ikan dalam upaya menjaga ekosistem lingkungan," ujar Tengku Erry.
Tengku Erry berharap, ikan yang ditabur akan terus berkembang. Hasil ikan nantinya bermanfaat dalam menjaga asupan protein bagi masyarakat sekitar.
"Ini adalah salah satu upaya dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga dari sisi bidang perikanan," harap Tengku Erry.
Menyinggung soal keramba, Tengku Erry menyatakan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan Badan Otorita Danau Toba dalam mencari solusi budidaya ikan masyarakat yang kini berada di perairan Danau Toba.
"Intinya, Kementerian Pariwisata akan mengeluarkan kebijakan soal itu. Apakah akan ada teknologi mudah dan ekonomis menyiasati limbah keramba agar tidak mencemari air Danau Toba atau seperti apa," terang Tengku Erry.
Komitmen pemerintah pusat dalam mengembangkan Danau Toba menjadi Monaco of Asia, harus direspon, tidak hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tetapi juga tujuh kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba.
"Pusat serius, kita harus lebih serius. Karena yang mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan Danau Toba adalah masyarakat yang ada di kasawan ini," sebut Tengku Erry.
Tidak lupa Tengku Erry menyatakan apresiasi kepada semua pihak, termasuk masyarakat yang sebelumnya telah menabur benih ikan ke Danau Toba.
"Tabur ikan adalah contoh yang layak mendapat apresiasi. Mari kita lestarikan ekosistem Danau Toba," ajak Erry.
Sementara Kadis Kelautan Perikanan Provsu Zonni Waldi mengatakan, benih ikan yang ditabur sebanyak 25 ribu ikan, 20 ribu diantaranya jenis nila, 5 ribu ikan mas dan seribu sisanya ikan jurung atau lebih akrab dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan ikan jurung.
"Tujuan utamanya adalah menjaga ekosistem Danau Toba. Lebih dari itu, masyarakat mendapat manfaat lain, sebagai lauk untuk memenuhi kebutuhan protein," sebut Zonni. (BS-001)