Indonesia Targetkan Swasembada Pangan 2018

Redaksi - Rabu, 23 Desember 2015 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122015/beritasumut_Indonesia-Targetkan-Swasembada-Pangan-2018.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Mentan Andi Amran Sulaiman, KSAD Jenderal Mulyono dan Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada acara Penanaman Perdana Padi Varietas Kartika 128 di Desa Kebun Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Deliserdang, Rabu (23/12/2015).
Beritasumut.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh petani untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian guna mencapai target Swasembada Pangan Tahun 2018 mendatang.Ajakan tersebut disampaikan Amran Sulaiman dalam acara Penanaman Perdana Padi Varietas Kartika 128 di Desa Kebun Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Rabu (23/12/2015).Hadir dalam acara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi, Plt Kadis Pertanian Sumut Aspan Sofian Batubara, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, dan para petani.Dalam kesempatan itu, Mentan menyatakan, sesuai Program Nasional Swasembada Pangan, pihaknya mengimbau petani untuk fokus pada tujuh komunitas strategis. Empat diantaranya yakni padi, jagung, kedelai dan sapi."Seluruh kebijakan yang menghambat tercapainya swasembada pangan kami rombak total. Kementerian Pertanian juga menindaklanjuti keluhan petani, khususnya soal kelangkaan pupuk," ujar Andi.Mentan juga menyatakan apresiasi kepada jajaran TNI yang komit dalam pengawasan distribusi pupuk agar manfaatnya dapat dirasakan petani."Pupuk tak boleh terlambat. Kerja sama pengawasan ini baik sekali. Kasihan rakyat tidak dapat pupuk," tambah Andi.Mentan menegaskan, seluruh jajaran TNI menjadi garda terdepan Kementerian Pertanian dan Karantina Pertanian dalam pengawasan dalam pengembangan tujuh komunitas strategis. Kementerian Pertanian sendiri telah memangkas anggaran perjalanan dinas mencapai Rp4,1 triliun, kemudian dialihkan untuk kebutuhan petani dalam mengembangkan produk pertanian."Jadi saya tidak segan-segan menahan jika salah satu ketujuh komoditas strategis ini harganya turun. Ini semua agar petani kita kaya dan kuat," tegas Andi.Khusus Sumut, Andi mengatakan, Kementerian Pertanian telah menaikkan nilai bantuan sebesar 300 persen dari Rp13 miliar. Selain itu, pihaknya juga memberikan bangua 10 unit alat tanam benih otomatis (rice transplanter), 10 unit alat panen padi (combine harvester), traktor dan pompa air untuk Sumut dan petani di Deliserdang.Sementara KSAD Jenderal Mulyono mengajak semua pihak, khususnya jajaran TNI AD untuk menjadikan kegiatan Penanaman Perdana Padi Varietas Kartika 128 di Deliserdang sebagai langkah awal menuju kesuksesan petani di Tahun 2016. Suksesnya petani sama artinya dengan mengembalikan jati diri Bangsa Indonesia yang memegang erat semangat gotong royong guna mencapai swasembada pangan."Ini komitmen bersama sesuai arahan Bapak Presiden untuk swasembada pangan dalam 3 tahun ke depan. Indonesia dijuluki negara agraris dengan petani handal dan lahan yang luas. Untuk itu, mari kita kembalikan ke jatidiri masyarakat petani yang kaya dan kuat dengan lahan pertanian yang luas, menjadi masyarakat yang mandiri dengan bergotongroyong agar mampu berdaulat pangan," ajak Mulyono.KSAD juga menyatakan Sumut merupakan salah satu lumbung beras yang menjadi andalan nasional. Wajar jika Deliserdang pantas menjadi tempat penanaman perdana padi varietas Kartika 128. Sumut, termasuk di Deliserdang, sangat kuat semangat kebersamaan dan gotongroyong."Menteri Pertanian juga telah mengajaknya kerja sama ramai-ramai untuk kepentingan rakyat. Jika untuk kepentingan rakyat kami tidak akan mundur. Rakyat adalah ibu kandung TNI. Sejak setahun ini TNI bergandeng tangan dengan Menteri Pertanian, Alhamdulillah, setahun selalu makan beras hasil petani sendiri gak ada yang impor. Impor cukup di gudang," tegas Mulyono.KSAD juga menyatakan apresiasinya terhadap tekad Menteri Pertanian dalam mengawal produksi komoditas pangan strategis."Menteri Pertanian patut dibanggakan. Tidak pernah lelah mendatangi petani dari Sabang sampai Merauke. Berbuat apa saja untuk kepentingan petani Indonesia," puji Mulyono.Tidak lupa Mulyono menginstruksikan Babinsa bersama-sama bekerja gotong royong dengan petani untuk mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai kurang dari 3 tahun."Terima kasih Babinsa dan Komandan Kodim kalian hebat-hebat. Kalau perlu tidak sampai 3 tahun. Pertengahan tahun depan kita surplus. Apalagi saat ini sudah mekanisasi pertanian. Bertani lebih mudah dan cepat. Tidak hanya di Medan, TNI hingga penghujung tahun akan membuka lahan di Nusa Tenggara Timur dan Merauke Papua. Target kami akan buka lahan sawah baru 200.000 hektar," tambah Mulyono.Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyambut baik Program Nasional Swasembada Pangan yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat."Kita harus optimistis program ini terwujud. Petani di seluruh kabupaten dan kota akan berupaya maksimal mewujudkan harapan Sumut menjadi lumbung beras nasional. Saya mengajak seluruh petani untuk saling dukung dan melebur dalam tim work yang solid, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi," harap Tengku Erry.Sumut sebagai lumbung beras nasional, akan terwujud jika didukung dengan rehabilitasi dan optimalisasi, pengembangan mekanisme dan keterpaduan lintas instansi. Selain itu, adanya ketersediaan benih unggul, pengawasan pupuk dan fasilitas pendukung lainnya. Upaya dalam menjadikan Sumut lumbung beras, sebut Tengku Erry, akan terwujud dengan perbaikan infrastruktur bendungan dan irigasi. Beberapa langkah strategis telah dilakukan, diantaranya peletakan batu pertama pembangunan bendungan di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Batu Bara pada 20 Desember 2015."Mudah-mudahan 2016 bisa dimanfaatkan. Demikian juga di Langkat, dengan perluasan lahan ribuan hektar guna meningkatkan produksi padi," harap Tengku Erry.Untuk sementara, produksi padi Sumut menempati peringkat 6 nasional. Sedang untuk jagung, Sumut menempati peringkat 5 nasional."Semoga ini bisa ditingkatkan lagi. Ini saatnya petani Sumut berdaulat, kuat dan menjadi andalan dalam mewujudkan Program Swasembada Pangan Nasional," tutup Tengku Erry. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025

Ekonomi

Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang

Ekonomi

Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi

Ekonomi

Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17

Ekonomi

Walikota Medan Ajak Seluruh Warga Medan Dukung Fajar dan Mesa di 5 Top Indonesian Idol

Ekonomi

Sikat Bahrain, Indonesia Mulai 'Intip' Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026