Beritasumut.com - Dalam rangka kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Tapanuli Bagian Selatan, Plt Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi Siregar didampingi istri Evi Diana Pane berserta rombongon mengunjungi Tambang Emas Martabe Batangtoru, Ahad (29/11/2015).Didampingi Pj Bupati Tapsel Sarmadhan Hasibuan, Pj Wali Kota Sibolga Aspan Sofian Batubara, Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana, Dandim 0212 TS Letkol Inf Uyat Harahap, serta sejumlah Kepala Dinas/Badan/Kantor Instansi Pemkab Tapsel, Tengku Erry disambut Direktur Tambang Emas Martabe Washington Tambunan dan Wakil Direktur Linda Siahaan serta Manajemen PT Agincourt Resources lainnya.Dalam pertemuan singkat tersebut Direktur Tambang Emas Martabe Washington Tambunan menyampaikan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dilaksanakan di lingkungan Tambang Emas Martabe."Setiap pekerja menggunakan peralatan keamanan dan keselamatan kerja, seperti rompi, helm, sepatu dan kaca mata, dan untuk kesehatan di lingkungan Tambang Emas Martabe terdapat klinik kesehatan yang buka 24 memberikan pelayanan kesehatan bagi pekerja," ujarnya.Selain itu, Washington Tambunan menjelaskan untuk royalti serta pajak lainnya, Tambang Emas Martabe menyetorkan Rp400-500 miliar per tahun baik kepada Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, belum termasuk Program CSR Corporate Social Responsibility yang setiap tahunnya mencapai Rp20 miliar. Selain itu, dalam Tambang Emas Martabe terdapat lima persen saham pemerintah."Tambang Emas Martabe satu-satunya perusahaan yang melakukan pembagian saham kepada pemerintah," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur beserta rombongan juga melakukan kunjungan ke lokasi pertambangan yang dapat ditempuh dengan waktu selama 30 menit dengan perjalanan menggunakan kendaraan. Usai kunjungan ke lokasi pertambangan, Tengku Erry ketika dikonfirmasi wartawan mengapresiasi kerja Tambang Emas Martabe."Semoga perusahaan besar ini terus berkomitmen dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui CSR," katanya.Sedangkan menyangkut royalti, Tengku Erry mengatakan hal itu sudah ada aturannya sendiri yang tergantung dari saham yang ditanam oleh perusahaan. (BS-029)