Lestarikan Kerajinan Lokal, Eldin-Akhyar Siapkan Modal Bergulir

Redaksi - Rabu, 04 November 2015 22:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Lestarikan-Kerajinan-Lokal--Eldin-Akhyar-Siapkan-Modal-Bergulir.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Eldin dan Akhyar diabadikan bersama pemilik Gabe Tonun dan pengrajin lainnya.

Beritasumut.com - Guna meningkatkan perekonomian Kota Medan dalam hal menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Dzulmi Eldin berkomitmen untuk menggandeng sebanyak-banyaknya pengrajin untuk mengedepankan kearifan lokal.  

Demikian disampaikan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Nomor Urut 1 Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution saat berkunjung ke rumah ulos khas Tarutung di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur I, Medan Petisah, Rabu (4/11/2015).

Di hadapan Eldin dan Akhyar, pemilik Gabe Tonun, Ganda Boru Panggabean mengatakan, belum pernah sekalipun dirinya mendapat bantuan dari pemerintah. Baik bantuan modal maupun pemasaran.

"Sekarang ini kami hanya memasarkan dari mulut atau dari stand ke stand lainnya di Kota Medan," katanya.

Dia mengakui, tenun yang dibuatnya menyerupai ulos ini merupakan produk yang berkulitas tinggi. Karena cara menenun serta bahan bakunya juga sangat terpilih. Sehingga harganya pun bisa mencapai Rp3 juta per helai.

"Tenun yang kami produksi lebih kepada untuk songket, dan kualitasnya dijamin mutunya,"ujarnya.

Boru Panggabean ini menyebutkan, produk yang diproduksinya merupakan satu produk kerajinan tangan dengan pendekatan kearifan lokal. Karena tenun yang dibuat lebih menggambarkan kekhasan Batak. 

"Kalau dipajang di pameran ataupun di toko-toko, kami yakin tenun kami memiliki daya tarik. Jadi kami sangat memohon bantuan dari Pak Eldin dan Akhyar membantu pengembangan produk kerajinan kearifan lokal ini," harapnya.

Mendengar harapan pengrajin, Eldin menyatakan, satu cara untuk menguatkan perekonomian di Kota Medan dan lebih besarnya Indonesia, yakni menguatkan atau menambah pelaku-pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sudah terbukti saat krisis moneter 1998, banyak toko-toko tutup, tapi pedagang kecil ataupun pengusaha rumahan tetap masih mendapatkan keuntungan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, pasangan nomor urut 1 mengatakan, ke depan pemerintah akan melakukan pengembangan ekonomi kerakyatan pada UMKM. Para pelaku usaha akan diberikan pelatihan-pelatihan agar pengrajin-pengrajin seperti ini dapat lebih merata dan pemasarannya juga akan disiapkan.

Tak hanya itu, pengrajin pun akan mendapatkan subsidi dari pemerintah agar dapat bersaing di MEA. Subsidi diberikan karena para pengrajin inilah yang mampu mempertahankan budaya serta harkat dan martabat bangsa.

"Saya punya cita-cita itu, pengrajin harus mendapatkan tempat tersendiri. Kemudian, bantuan permodalan akan dibantu melalui simpul-simpul koperasi yang sudah dibentuk kelompok masyarakat," katanya.

Dia juga mengingatkan, para pelaku usaha silahkan langsung berhubungan dengan pemerintahan dan kelurahan setempat, karena perizinan usaha nantinya ada di kecamatan. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Hitungan Resmi Pilkada Medan, Eldin-Akhyar Menang Telak

Ekonomi

Suku Banjar di Medan Siap Memilih Eldin-Akhyar

Ekonomi

Temui Ketua DPRD Medan, Mantan Dewan Dukung Eldin-Akhyar

Ekonomi

Warga LDII Tahajud dan Doakan Kemenangan Eldin-Akhyar

Ekonomi

Suara Salimah Untuk Eldin-Akhyar

Ekonomi

Anak Panti Asuhan Doakan Eldin-Akhyar