Presiden Optimistis Kebutuhan Beras Tercukupi

Redaksi - Minggu, 27 September 2015 21:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Presiden-Optimistis-Kebutuhan-Beras-Tercukupi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab RI
Presiden Jokowi menyaksikan panen padi varietas baru di Karawang, Jabar, Ahad (27/9/2015).

Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa optimistisnya kebutuhan beras di dalam negeri akan tercukupi. Terlebih setelah ditemukannya bibit varietas IPB 3S yang dapat menghasilkan 13,4 ton per hektarnya.

“Lonjakannya langsung beberapa kali lipat. Intensifikasi seperti ini yang diperlukan, sehingga hasil produksi dapat meningkat total,” ujar Jokowi ketika meninjau panen padi bibit varietas IPB 3S di Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahad (27/9/2015).

Dilansir situs resmi Setkab RI, Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana mengatakan bahwa, bibit varietas itu baru diujicobakan pada lahan seluas 500 hektar. Setelah ini, langsung akan ditanam pada lahan seluas 100 ribu hektar.

Menurut Jokowi, hampir satu tahun pemerintahannya kebutuhan beras nasional bisa dipenuhii sendiri oleh petani tanpa perlu mengimpor, meski banyak desakan untuk mengimpor beras. Bahkan cadangan beras pun masih dalam batas aman, yakni 1,7 juta ton.

“Masih ditambah lagi panen bulan November, masih ada sisa panen. Tambah dua bulan 300 ribu ton pada akhir tahun,” terang Presiden.

Meski dari cadangan beras itu akan dikeluarkan raskin sebesar 220 ribu ton setiap bulannya, Presiden optimistis cadangan beras masih cukup.

“Yang penting pasokan cukup, distribusi lancar dan harga terjangkau,” ujar Presiden.

Untuk menjaga agar harga beras terjangkau, Jokowi sebagaimana dikutip Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam siaran persnya pada Ahad (27/9/2015) siang, menegaskan pemerintah akan melakukan operasi pasar.

“Minggu ini ada operasi pasar besar-besaran,” kata Presiden.

Mengenai dampak kekeringan panjang yang melanda Indonesia dalam setahun ini, Jokowi menilai hal itu sebagai tantangan yang besar.

“Ini yang sedang dikalkulasi. Perlu cadangan beras yang benar-benar cukup, misalnya El Nino masih terjadi sampai Desember-Januari,” ucap Presiden.

Menurut Jokowi, tantangan kita ke depan adalah memberikan insentif petani sehingga bergairah untuk berproduksi. “Dan semuanya masuk sawah, semua berproduksi sehingga hasilnya akan naik,” kata Jokowi.

Selain itu, Presiden mengharapkan bahwa ke depan, Bulog harus dapat menjadi penyangga, agar harga beras tidak dimainkan spekulan.

“R & D terus dilakukan, IPB (Institut Pertanian Bogor) banyak melakukannya dan sekarang sudah bisa kita lihat hasilnya,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Ekonomi

KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor

Ekonomi

Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis

Ekonomi

Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan dalam Upacara Kenegaraan di Istana Bogor

Ekonomi

Mahasiswa Indonesia di India Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo Subianto

Ekonomi

Presiden AEF Nilai Olahraga Berkuda di Indonesia Berkembang