Beritasumut.com - Rapat terbatas kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9/2015) sore, membahas mengenai stok bahan bakar minyak (BBM).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi dalam arahannya meminta agar selambat-lambatnya mulai dari sekarang segera dipersiapkan sampai akhir tahun depan, pemerintah dalam hal ini, Menteri ESDM dan Dirut Pertamina mulai untuk mempersiapkan diri membangun kilang dan storage untuk kepentingan jangka panjang.
“Mudah-mudahan tahun 2018 sudah bisa terselesaikan,” kata Pramono kepada wartawan seusai rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9/2015) sore, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.
Selain itu, lanjut Pramono, karena kebutuhan Dolar Amerika Serikat (AS) Pertamina saat ini ternyata tertinggi dibandingkan siapapun, hampir 60-80 juta Dolar AS per hari (sesuai data Bank Indonesia), maka Jokowi meminta harus ada upaya untuk mengurangi itu.
“Ditugaskan kepada Dirut Pertamina juga Menteri ESDM untuk mengambil langkah-langkah agar beban yang terlalu besar bagi tekanan kebutuhan dolar kepada kita semua dalam sistem ekonomi yang seperti ini, itu bisa dikurangi,” terang Pramono.
Pertamina, lanjut Pramono, juga diminta untuk mengurangi kebutuhan avtur, dimana kebutuhan kita masih tinggi dibandingkan dengan avtur internasional.
“Presiden menugaskan kepada Pertamina, agar ini bisa ditekan sehingga harga-harga bisa bersaing secara internasional,” tuturnya.
Jika kebutuhan avtur bisa ditekan, menurut Seskab Pramono Anung, manfaatnya pesawat-pesawat yang selama ini long haul distance selalu transit di Singapura untuk mengisi bahan bakar maka mereka nanti akan bisa langsung ke Indonesia, baik itu dari Emirates, kemudian Qatar, Etihad, dan pesawat-pesawat lainnya yang perjalanan panjang terutama dari Eropa.
“Kalau itu bisa dilakukan, tentunya akan memberikan manfaat bukan hanya dalam dunia penerbangan tapi juga bagi pariwisata,” terang Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung. (BS-001)