Pameran dan Kontes Batu Cincin Nusantara 2015 Digelar

Redaksi - Selasa, 01 September 2015 20:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Pameran-dan-Kontes-Batu-Cincin-Nusantara-2015-Digelar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Mantan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memperhatikan salah satu jenis cincin.

Beritasumut.com - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Medan Syaiful Bahri Lubis membuka Pameran dan Kontes batu Cincin Nusantara 2015 di Palladium Plaza, Jalan Maulana Lubis, Medan, Rabu (1/9/2015).

Sebanyak 1.200 jenis batu cincin yang berasal dari seluruh nusantara dipamerkan. Melalui even ini diharapkan semakin mengenalkan sekaligus menumbnuhkan kecintaan masyarakat terhadap batu cincin Indonesia.

Pameran ini merupakan kedua kalinya dilakukan, sebelumnya tahun lalu di tempat sama juga digelar acara serupa dan mendapat sambutan dan antusiasme yang tinggi  dari masyarakat. Tidak hanya pecinta batu permata dari nusantara yang hadir, banyak juga penggemar batu akik dari sejumlah negara tetangga datang untuk melihat dan membeli batu cincin di Kota Medan.

Pembukan pameran yang mengusung tema “Perang Bintang Batu Cincin” turut dihadiri Ketua Dewan Pembina  Asosiasi Pecinta Batu permata Sumatera Utara (APBPSU) Herri Zulkarnain, Ketua Umum APBSU Marajohan Batubara, Ketua Umum PP Wushu Indonesia Supandi Kesuma, mantan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin serta pecinta batu cincin dari seluruh nusantara.

Syaiful menjelaskan, perkembangan batu cincin saat ini sudah banyak diminati masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan. Dengan hadirnya even-even yang menampilkan kekayaan batu nusantara di Kota Medan, tentunya sangat membantu para pecinta  batu permata dalam mengenal berbagai jenis batu yang diketahui banyak ragamnya dan berkualitas terbaik sehingga tidak kalah dengan batu permata yang ada di luar negeri.

Selain menambah pengetahuan mengenai batu asli Indonesia bilang Syaiful, pameran dan kontes yang berlangsung 1-6 September ini juga diharapkan dapat menambah kecintaan semua terhadap hasil bumi Indoensia. Apalagi banyaks ekali batu akik maupun batu mulia yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia seperti Bio Solar dari Aceh, Bacan (Maluku), Sungai Dareh (Sumbar) maupun beberapa jenis batu langka dan memiliki keunikan seperti Sigori Lafau dari Nias.

“Ini merupakan kekayaan alam Indoensia yang memang harus dilestarikan dan  nantinya diwariskan kepada anak cucu kita. Saya juga berharap kegiatan ini dapat mendorong perkermbangan bisnis batu mulia di Indoensia dengan tujuan mengenal dan menumbuhkan kecintaan terhadap batu akik maupun batu mulia yang memiliki potensi pasar luar biasa. Semoga kegiatan ini menmberikan kontribusi besar bagi kita semua, terutama amsyarakat Kota Medan,” kata Syaiful.

Ketua APBSU Marajohan Batubara mengungkapkan, pameran kali ini menampilkan 85 stand yang diikuti para pecinta batu akik maupun batu mulia dari seluruh nusantara seperti Nanggore Aceh Darusalam (NAD), Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan dan Papua yang mempamerkan lebih kurang 1.200 jenis batu akik maupun batu mulia.

Dikatakan Marajohan, kontes ini dilakukan untuk menyahuti “jeritan” pengerajin batu akik maupun batu mulia. Pasca krisis ekonomi membuat pasaran batu akik maupun batu mulia mengalami penurunan drastis. Kondisi itu menyebabkan satu persatu mulai Juli 2015, pelaku usaha batu cincin di pinggir jalan bertumbangan alias tutup.

“Semoga dengan even yang kita gelar untuk kedua kalinya ini, dapat mengembalikan semangat teman-teman pelaku maupun pengerajin batu akik maupun batu mulia. Semoga melalui pam,eran dan kontes ini, pasaran batu akik maupun batu mulia kembali bergeliat. Apalagi jika kondisi perekonomian kita secepatnya kembali membaik,” ungkap Marajohan.

Pembukaan pameran dan kontes batu cincin ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Plh Wali Kota. Setelah itu Syaiful meninjau 87 stand yang ada bersama mantan Wali Kota, Ketua Dewan APBSU serta Ketua APBSU. Mereka tampak kagum dengan aneka jenis batu akik maupunn batu permata yang dipamerkan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait