Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, seluruh jajaran pemerintah sudah melakukan upaya untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah, yang kini sudah menembus angka di atas Rp14.000 per Dolar AS. Jokowi meminta masyarakat memahami bahwa memang kondisi eksternalnya saat ini berbeda.
“Saya kira Bank Indonesia dengan seluruh instrumennya sudah bergerak juga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan seluruh instrumennya, regulasinya juga, Menko, Menteri semuanya, ada regulasi semuanya terus dikeluarkan,” ujar Presiden usai bertemu dengan masyarakat korban lumpur Lapindo, di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Selasa (25/8/2015) siang, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.
Jokowi juga meminta media massa agar menampilkan pemberitaan-pemberitaan yang memberikan optimisme, jangan memberitakan hal-hal yang negatif.
“Dalam negeri, yang paling penting terutama berita-berita ini memberikan optimisme, jangan memberitakan hal-hal yang negatif, yang justru akan membuat psikologi bergerak ke arah negatif,” tutur Presiden.
Sebelumnya melalui akun twitternya @jokowi, Jokowi mengatakan, bahwa pelemahan nilai tukar rupiah sudah di luar kebiasaan. Untuk itulah, Presiden mengundang sejumlah pengusaha ke Istana Kepresidenan, di Bogor, Jabar, Senin (24/8/2015), untuk melakukan terobosan.
“Pelemahan Rupiah sudah di luar kebiasaan. Kemarin saya ajak dunia usaha bersama pemerintah lakukan terobosan,” kata Presiden melalui akun twitternya @Jokowi yang diunggahnya, Selasa (25/8/2015).
Terkait pelemahan nilai tukar rupiah itu, Jokowi mengajak semua lapisan masyarakat untuk bahu membahasi mengatasinya.
“Ayo bahu membahu atasi pelemahan rupiah dengan cara beli produk lokal,” tulis Jokowi dalam akun twitternya. (BS-001)