Beritasumut.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I menargetkan pembangunan fisik pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, bisa selesai 54 persen hingga akhir 2015. Hingga saat ini, proyek pembangunan pelabuhan baru mencapai 7 persen dan ditargetkan mencapai 25 persen pada akhir Agustus 2015.
Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan, pada tahap pertama, pembangunan meliputi dermaga multi purpose 400 meter, trestle 2,7 km. Untuk pembangunan di darat meliputi tangki timbun berkapasitas 100.000 kL, container yard 400.000 TEUS per tahun dan emplasement kereta api. Semua pembangunan fisik, konstruksi dan dermaga akan dipercepat dari April 2017 menjadi Desember 2016.
"Saat ini yang sedang berjalan pembangunan dermaga sementara sepanjang 50 meter itu akan digunakan untuk menerima bahan bangunan. Yang kedua, trestle akan dibangun dari darat 700 meter dan 2 km dari laut," kata Bambang Eka Cahyana di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/8/2015), sebagaimana dilansir merdeka.com.
Setelah pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung (beserta terminal purpose) selesai pada 2016 akhir, rencana selanjutnya adalah pembangunan kawasan industri seluas 1.500 hektar. Pengembangan kawasan industri ditargetkan rampung 2019.
"Nanti kami gabung dengan industri lain ada Inalum juga dimana Wika dan Taspen jadi pemegang saham, ada tenant untuk Pupuk Indonesia dan Semen Indonesia juga. PTPN juga akan bikin refinery, ada juga perusahaan asing di sektor pengolahan sawit berkapasitas 1,5 juta ton yang sudah kontrak dengan kami, serta port Rotterdam untuk manajemen port dan kawasan industri," jelas dia.
Perusahaan merogoh kocek hingga Rp8 triliun dalam pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung. Sumber pendanaan sebagian dari revaluasi aset perusahaan saat ini Rp4,5 triliun ditambah rencana penerbitan obligasi Rp1,5 triliun pada Oktober.
"Obligasi berdenominasi rupiah khusus untuk pembebasan lahan saja sekitar 500 ha, tinggal nunggu kajian Mansek dan nanti kami usulkan dalam rapat pemegang saham, karena dana akuisisi lahan ini gak mungkin dari pinjaman," katanya.
Per Juni 2015, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp1,141 triliun atau naik 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp982 miliar. Sementara laba operasi naik 8 persen yoy dari Rp354 miliar menjadi Rp455 miliar. Laba bersih naik 5 persen menjadi Rp272 miliar. Ditargetkan hingga akhir tahun pendapatan perusahaan mencapai Rp2,3 triliun dan laba bersih Rp605 miliar.
"Biasanya realisasi semester II lebih besar sekitar 65 persen," katanya. (BS-001)