Beritasumut.com - Walikota Medan Dzulmi Eldin meresmikan pengoperasian Pasar Induk Sayur dan Buah di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (19/6/2015).
Diharapkan pasar yang memiliki lahan seluas sekitar 12 hektar ini, menjadi salah satu model percontohan pasar induk tradisional modern terbaik di Medan dan mampu menampung semua kebutuhan masyarakat akan sayur dan buah.
Peresmian pasar induk ini langsung disambut penuh gembira dan suka cita oleh para pedagang. Pasca direlokasi dari kawasan Jalan Sutomo, Medan, sudah lama para pedagang mengharapkan pasar yang memiliki 720 unit grosir, 320 unit sub grosir serta 56 unit wisata buah ini segera diresmikan. Sampai-sampai mereka menggelar aksi damai di Balaikota Medan menuntut peresmian tersebut beberapa waktu lalu.
Karena itulah para pedagang mengucapkan terima aksih kepada Walikota atas peresmian tersebut. Dengan peresmian tersebut mereka mengaku semakin tenang dalam menjalankan aktifitas jual beli. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, mereka pun mengenakan uis beka buluh (kain adat Karo) di bahu Walikota.
Selain Walikota, Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Dandim 0201 BS Letkol Inf Maulana Ridwan, Danyon Marinir Mayor Mar Yustinus, Khairur Rahman mewakili Kajari Medan dan Kapten CR Tarigan mewakili Danlanud Soewondo juga dikenakan uis beka buluh sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan Walikota dan dilanjutkan dengan pengguntungan pita. Setelah itu melakukan peninjauan sejenak, mantan Sekda Kota Medan ini selanjutnya menyanyikan lagu Anak Medan. Lagu ini sontak mengajak para ibu-ibu pedagang berjoget bersama .
Menurut Walikota, pembangunan pasar induk yang sesuai dengan tata ruang ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen Pemko Medan dan DPRD Medan untuk terus mempersiapkan berbagai infrastruktur perekonomian kota yang dibutuhkan masyarakat luas. Diharapkannya, pasar induk ini nantinya dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat dan pelau ekonomi, sehingga nantinya dapat berperas sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di Medan.
"Semoga pasar induk ini dapat dijadikan salah satu sarana untuk membangun sendi-sendi ekonomi kerakyatan kita. Saya berkeyakinan, melalui penguatan sendi-sendi ekonomi kerakyatan tersebut, insya Allah, kita akan dapat terus membangun kemandirian ekonomi kita. Di samping itu menjadi salah satu model percontohan pasar induk tradisional modern. Saya yakin, bila kita semua bersama-sama, kita bisa mewujudkannya dengan baik," kata Walikota.
Selain sayuran dan buah-buahan, Walikota juga berencana pasar induk ini nantinya juga akan menyediakan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako). Hal itu dilakukan agar pasar ini dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat kota Medan.
"Intinya kita ingin memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat. Karena itulah pasar induk ini kita banguan sesuai dengan keinginan masyarakat," ungkapnya.
Selanjutnya Walikota mengimbau dan mengajak sejumlah pedagang yang masih berjualan di kawasan Jalan Sutomo, agar pindah ke Pasar Induk Tuntungan. Sebab, kawasan Jalan Sutomo sudah tidak diperkenankan lagi untuk tempat berjualan. Untuk itulah Pemko Medan akan terus memindahkan pedagang yang ada di Jalan Sutomo tersebut.
Sementara itu Dirut PD Pasar Benny Harianto Sihotang menjelaskan, ketika pengelolaan pasar induk diserahkan epada PD Pasar, jumlah kios yang ada cuma 1.150 kios. Padahal ketika PD Pasar melakukan pendataan Tahun 2012, jumlah pedagang 1.975, artinya ada 800 pedagang yang tidak tertampung.
Namun saat ini ungkap Benny, para pedagang telah membangun sendiri fisiknya oleh swadaya pedagang sendiri. "Jadi saat ini Pasar Induk Tuntungan bisa menampung hampir 3.000 pedagang. Untuk itulah kami mengimbau, teman-teman maupun kelaurga kami yang masih berjualan di kawasan Jalan Sutomo untuk bisa bergabung dengan teman-teman pedagang yang ada di Pasar Induk Tuntungan ini," ajak Benny.
Ditegaskan Benny, para pedagang yang masih berjualan di kawasan Jalan Sutomo tidak perlu khawatir, mereka pasti tertampung di Pasar Induk Tuntungan. Di samping itu PD Pasar akan memberi kelonggaran demi kelonggoran. Itu sebabnya sejak Pasar Induk Tuntungan mulai ditempati para pedagang, PD Pasar diakuinya masih defisit.
"Kita masih mengutamakan public service, sebab kita ingin seluruh pedagang yang ada di kawasan Jalan Sutomo serjualan di Pasar Induk Tuntungan," paparnya.
Sedangkan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Induk Tuntungan Siska Laura Br Sembiring berharap, usai peresmian ini dilakukan, mereka berharap agar Pemko Medan segera merelokasi para pedagang yang masih berjualan di kawasan Jalan Sutomo.
"Satukan kami dengan teman-teman kami itu, sebab kami tidak bermusuhan dengan mereka. Kami ingin bersama-sama memperjuangkan nasib kami di Pasar Induk Tuntungan ini," harap Siska.
Di samping itu tambah Siska lagi, mereka ingin jalan tembus yang menghubungkan Oasar Induk Tuntungan dengan Simpang Selayang secepatnya diselesaikan, sehingga mempersingkat akses menuju maupun keluar dari pasar induk. Kemudian berharap agar Pemko Medan segera mengoperasikan angkutan umum, minimal 5 unit setiap trayek guna mempermudah para pembeli menuju Pasar Induk Tuntungan. (BS-001)