Beritasumut.com - Pemerintah Kota (Pemko) Medan diharapkan dapat menciptakan suasana nyaman dan kondusif di tengah masyarakat khususnya bagi umat Islam menjalankan bulan suci Ramadan. Rasa nyaman itu terkait bebas dengan isu beras plastik, produk ilegal serta harga sembako yang stabil melalui operasi pasar.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan Deni Maulana Lubis di Medan, Selasa (1/6/2015). Menurut Deni, Pemko Medan melalui seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) supaya bekerja sesuai tupoksi masing-masing serta melakukan koordinasi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Seperti pengawasan produk ilegal dan kadaluarsa serta barang import yang tidak memiliki label halal. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus melakukan pengawasan dan razia, sehingga tidak sempat dikomsumsi masyarakat. Sama halnya dengan daging ilegal supaya diawasi dengan benar.
Ditambahkan Deni Maulana, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat saat Ramadan, Disperindag harus melakukan pengawasan harga sembako di pasar.
"Kita minta Disperindag supaya segera melakukan operasi pasar murah. Selain penggunaan anggaran yang tersedia di APBD, Disperindag dapat menggandeng kerja sama pihak ke tiga untuk menambah operasi pasar," pinta politisi Nasdem ini.
Begitu juga menyangkut keamanan, Pemko Medan harus melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian. Pemko diminta melibatkan Kepling dan membentuk satgas pengawas keamanan di lingkungan.
"Karena dikhawatirkan tindak kejahatan pasti meningkat menjelang hari raya," tegas Deni.
Sementara itu, Anggota Komisi C Zulkifli Lubis mengatakan, untuk menciptakan suasana nyaman, seluruh tempat hiburan malam agar ditutup selama Ramadan. Sama halnya dengan restoran dan rumah makan supaya tutup pada siang hari.
Untuk itu, kata Zulkifli, Pemko Medan diminta segera melakukan sosialisasi, sehingga pengusaha dapat mempersiapkan penutupan sejak dini.
"Pemko Medan harus tegas, bagi pengusaha hiburan yang melanggar instruski tersebut supaya dikenakan sanksi tegas berupa pencabutan izin. Jangan coba-coba beroperasi selama bulan puasa, " tegas politisi PPP ini. (BS-001)