Beritasumut.com - Pada Mei 2015, Sumatera Utara (Sumut) inflasi 1,02%. Kenaikan harga cabai merah jadi penyumbang inflasi tertinggi. Instansi terkait diminta meningkatkan upaya pengendalian harga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, cabai merah mengalami kenaikan hingga 95,46% sepanjang Mei 2015. Selain itu, harga cabe hijau naik 44,20% dan daging ayam ras dengan persentase kenaikan harga sebesar 10,73% juga jadi penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2015.
Kepala Bidang Data Statistik dan Distribusi BPS Sumut Bismark S Pardamean mengatakan, selain tiga komoditas itu masih ada gula pasir, wortel, listrik dan kontrak rumah yang mengalami kenaikan namun jika dilihat berdasarkan persentase, rata-rata naik di bawah 5%.
"Bahkan harga kontrak rumah dan listrik hanya naik masing-masing 0,83% dan 0,82% sehingga tidak menjadi penyumbang inflasi terbesar sepanjang periode Mei 2015. Pada umumnya komoditas bahan pokok yang mendongkrak inflasi pada periode itu jadi pemerintah harus tingkatkan pengendalian harga," kata Bismark di Medan, Senin (1/6/2015).
Jika dilihat dari empat kota indeks harga konsumen (IHK) di Sumut yakni Sibolga, Pematangsiantar, Medan dan Padangsidimpuan kenaikan harga cabai merah menjadi penyumbang inflasi pertama dari tujuh komoditas lainnya yang juga mengalami kenaikan harga pada masing-masin kota tersebut. Sedangkan cabai hijau berada pada urutan keenam bahkan di Sibolga tidak termasuk penyumbang inflasi.
"Dari empat kota itu, kenaikan cabai merah ini memberikan andil besar terhadap inflasi di Medan yakni 1,1047 sedangkan pada tiga kota lainnya dibawah 0,8% namun tetap pada urutan pertama," jelasnya. (BS-001)