Sentimen Investor Mengalami Penurunan Akibat Pelemahan Ekonomi

Redaksi - Jumat, 20 Maret 2015 15:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Sentimen-Investor-Mengalami-Penurunan-Akibat-Pelemahan-Ekonomi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.
Beritasumut.com - Secara keseluruhan, indeks sentimen investor di Indonesia turun 14 poin ke angka 50 pada kuartal keempat Tahun 2014, yang diperkirakan akibat dampak pengurangan subsidi BBM yang diimplementasikan pada November 2014. Kendati turun cukup jauh, angka tersebut masih lebih tinggi daripada rata-rata sentimen di Asia yang merosot hingga angka 26, dan sedikit lebih rendah dari rata-rata sentimen di Indonesia dalam dua tahun terakhir yang berada pada angka 51,5. Kepercayaan investor terhadap reksa dana dan saham turut anjlok, masing-masing turun 37 poin untuk reksa dana (ke skor indeks 0), dan turun 20 poin untuk saham (ke skor indeks 8). Namun demikian, sentimen terhadap dana tunai relatif stabil dan naik 1 poin menjadi 87, sedangkan sentimen terhadap rumah tempat tinggal dan properti lainnya mengalami sedikit penurunan, masing-masing berada pada skor indeks 81 dan 79.Mengomentari mengenai apa yang dapat dilakukan oleh investor untuk meraih target ambisius mereka di Tahun 2015, Putut E Andanawarih, Director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dalam siaran pers, Jumat (20/3/2015) mengatakan, "Dengan menguatnya ekonomi domestik dan juga dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang akan berjalan dengan pesat di tahun 2015, kami menyarankan agar para investor  dapat memanfaatkan peluang investasi lainnya, diluar dari yang selama ini mereka pahami, seperti alternatif investasi di reksa dana saham atau reksa dana pendapatan tetap." Penasihat keuangan dapat membantu memberikan arahan mengenai cara untuk membangun portfolio dengan memanfaatkan beragam kelas aset untuk lebih meningkatkan potensi imbal hasil investasi sekaligus menurunkan potensi risiko, pungkasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait