Penanaman Kedelai Ditarget Hingga 16 Ribu Ha

Redaksi - Senin, 16 Maret 2015 17:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032015/beritasumut_Penanaman-Kedelai-Ditarget-Hingga-16-Ribu-Ha.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com - Guna mendongkrak hasil produksi kedelai asal Sumatera Utara (Sumut), Dinas Pertanian Provinsi Sumut memprogramkan melakukan penanaman kedelai hingga 16.000 hektare tahun ini.Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Sumut John A Sinaga mengungkapkan, capaian itu dimaksudkan untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam memproduksi kedelai. Disamping jagung dan padi, kedelai juga merupakan salah satu komoditi yang harus digenjot produksinya dalam swasembada pangan nasional."Jadi pada tahun ini, diprogramkan penanaman kedelai hingga 16.000 ha. Lokasinya di Deli Serdang, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Simalungun, Serdang Bedagai, hingga Langkat," ungkap John di Medan, Senin (16/3/2015).John menyebutkan, saat ini untuk Kabupaten Deli Serdang, realisasinya telah berjalan. Di sana, komoditi kedelai telah berhasil ditanam seluas 1.200 hektare.Selain itu, lanjutnya, dengan adanya program gerakan pengelolaan tanaman terpadu, melalui bansos yang diberikan langsung ke rekening kelompok tani diharapkan dapat menumbuhkan minat petani dalam menanam kedelai. Dengan adanya bansos, petani tidak perlu lagi mengeluarkan modal karena sudah dibiayai pemerintah."Secara teknis, jumlah tersebut dapat tercapai. Tetapi dalam mengembangkan kedelai ini banyak hal yang menjadi persoalan," jelasnya.Salah satunya adalah persoalan harga. Meski Tahun 2013 lalu sudah ada SKB yang menyatakan bahwa harga beli untuk kedelai dari petani sebesar Rp7.500 per kg, tetapi nyatanya petani masih tetap menjual kedelai dengan harga berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kg.Alhasil dengan harga yang rendah itu, petani lebih berpikir untuk mengembangkan komoditi lain semisal jagung. Karena hal itu dianggap petani lebih menguntungkan."Untuk di Sumut SKB itu belum terfasilitasi. Saya tidak tahu kenapa, yang bisa menjawabnya adalah Bulog, karena itu wewenang mereka," sebutnya.Dengan adanya program penanaman tersebut, sambung John, di Sumut tanaman kedelai di tahun ini paling tidak diharapkan mencapai 12.000 ha, naik dari tahun lalu sebesar 6.000 ha. Sedangkan untuk produksinya, pada tahun ini ditargetkan mencapai sebesar 1,2 ton per ha, naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 1 ton per ha."Itu hanya bisa tercapai jika seandainya harga kedelai betul-betul berlaku sebesar Rp7.500 per kg. Jika tidak, maka akan sulit," pungkasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Dalam Negeri

Ekonomi

Dokter Denny Rifsal Siregar:Belum Ada Bukti Kedelai Picu Kanker Payudara

Ekonomi

Menteri Pertanian: Jika Produksi Turun, Subsidi Akan Dikurangi

Ekonomi

Pemprov Sumut akan Percepat Serapan Anggaran Benih dari Kementan