Beritasumut.com – Pada Tahun 2015 ini, Otoritas Jasa Keungan (OJK) akan fokus mengevaluasi Rencana Bisnis Bank (RBB). Namun menurut Ekonom Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin, OJK jangan hanya fokus kepada RBB. Namun, OJK juga diharapkan bisa memberikan masukan kepada perbankan dalam perumusan RBB itu sendiri. Maklum, RBB yang dirancang oleh pihak perbankan terkadang minim dengan kreatifitas dan terkadang hanya mengikuti alurnya saja tanpa ada banyak perubahan mendasar untuk perbaikan bank tersebut."Saya pikir masukan OJK itu penting. Bukan sekadar batas-batas aturan saja yang dibuat serta wajib diikuti oleh dunia perbankan kita. Lebih dari itu, perbankan sebaiknya juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perbankan itu sendiri dalam menghadapi MEA," katanya di Medan, Senin (19/1/2015).Pengawasan terhadap RBB dinilai belum cukup untuk mempersiapkan bank tersebut menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Kebijakan pengawasan RBB tersebut hanya akan membuat bank itu berkembang sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Sementara tantangan perbankan ke depan bukan seputar operasional maupun RBB bank tersebut."Ada masalah permodalan, persaingan dengan bank asing, hingga efisiensi. Tantangan-tantangan bank ke depan bila dimasukan ke dalam RBB memang bisa menjadi salah satu cara agar perbankan kita mampu bersaing ke depan. Sehingga sebaiknya dalam perumusan RBB, OJK bisa memberikan masukan terkait dengan kondisi dunia perbankan serta tantangan perbankan di masa yang akan datang dan memberikan jalan keluarnya," ujarnya.Dengan adanya masukan, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara OJK dengan dunia perbankan. OJK perlu untuk mengeluarkan para pengelola bank dari posisi nyaman agar lebih kreatif lagi menghadapi tantangan perbankan ke depan. Bukan suatu masalah yang mudah untuk berhadapan dan bersaing dengan Bank Asing."Selain mereka memiliki permodalan yang kuat, bank asing juga memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan perbankan kita. Di sini yang terkadang membuat saya kurang optimis persiapan bank nasional menghadapi tantangan MEA. Itu bila berkaca kepada kondisi sekarang. Namun semua persiapan dan penyempurnaan bisa dilakukan segera agar lebih mampu untuk bersaing di kancah ASEAN," pungkasnya. (BS-001)