Medan, (beritasumut.com) – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin diwakili Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Syafrizal Arif menerima kunjungan rombongan Misi Dagang Bengkalis di Aula Kantor Disperinda, Jalan AH Nasution, Medan, Kamis (11/12/2014). Rombongan misi dagang ini membawa 3 pelaku UKM unggulan dari Kabupaten Bengkalis.Selain silaturahmi, kunjungan Misi Dagang Bengkalis ini ingin menjalin kerjasama guna membuka akses pasar di Kota Medan. Pimpinan Misi Dagang Bengkalis Airlangga mengatakan, mereka ingin memasarkan sejumlah produk unggulan UKM Bengkalis di Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.Menurut Airlangga, Bengkalis banyak menghasilkan produk UKM seperti dodol, terasi meskom, kerupuk peyek wan wasiyah, lempuk durian agus, mie sagu, kerupuk cabe, kerupuk ikan tenggiri dan abon ikan yang merupakan hasil produk UKM. "Untuk itulah kami datang ingin memperkenalkan produk, sekaligus bermaksud membuka pasar di Kota Medan," kata Airlangga.Untuk itulah dalam kunjungan ini, Airlangga dihadapan Kadisperindag didampingi Kabid Perdagangan Irfan Syarif Siregar dan Kabid PP Nurdin Lubis mengatakan, pihaknya sengaja membawa 3 pelaku UKM dari Bengkalis. Ketiga pelaku UKM itu masing-masing Muhaimin (pengerajin lepuk dan dodok durian serta nenas), Betty (pengerajin jamur tiram organik) dan Iwan (pengerajin mie sagu)."Sebenarnya kami ingin membawa banyak pengrajin UKM dari Bengkalis, namun berhubung keterbatasan dan yang dibawa hanya 3 orang saja. Selain ingin memperkenalkan produk, mereka juga bisa bertukar pengalaman dengan pelaku UKM sekaligus melihat langsung kondisi pasar guna mendukung pemasaran produk," jelasnya.Kadis Perindag Kota Medan Syafrizal Arif menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kunjungan rombongan Misi dagang Bengkalis. Syafrizal berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti untuk menjalin tataran business to business dengan melibatkan pelaku UKM Kota Medan dengan pelaku UKM Kabupaten Bengkalis. "Medan sebagai sentra jasa dan perdagangan, masih membutuhkan akses pemasaran terhadap produk-produk UKM dari daerah lain. Untuk itulah dengan kedatangan rombongan Misi Dagang Bengkalis ini, saya berharap dapat dijalin kerjasama yang saling menguntungkan. Produk UKM Kota Medan bisa dipasarkan di Bengkalis, begitu sebaliknya hasil produk UKM Bengkalis dapat dipasarkan di Kota Medan," ungkap Syafrizal.Selanjutnya acara diteruskan dengan dialog. Dalam dialog ini pelaku UKM memaparkan jenis usaha, bahan baku yang diperoleh serta teknik pemasaran. Setelah itu dilanjutkan dengan membuat prospek kerjasama kontak dagang antara pelaku UKM, serta peningkatan akses pasar produk unggulan.Terkait dengan kunjungan Misi Dagang Bengkalis ini, Kabid Perdagangan Irfan Syarif Siregar menyampaikan saran, agar hubungan yang telah terjalin ini segera ditindaklanjuti dengan hubungan goverment to goverment (antarintansi/dinas) maupun bussines to bussines (antarpelaku usaha). Menurut Irfan, hal ini penting dilakukan mengingat per Januari 2015 akan memasuki iklim bisnis pasar tunggal ASEAN (AFAS)."Mau tidak mau, bisa atau tidak bisa, kita harus memasuki AFAS. Dimana tidak hanya banjirnya produk asing ke pasar domestik, kita juga harus mengawasi kualitas produk lokal untuk memastikan apakah sudah memiliki kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk asing. Untuk itulah kerjasama dengan Kabupaten Bengkalis segera ditindaklanjuti sebagai salah satu langkah menyikapi AFAS tersebut," ungkapnya. (BS-001)