Medan, (beritasumut.com) – Gas elpiji tabung 3 kg bersubsidi kembali langka di Kota Medan dalam dua pekan terakhir.Hal ini dikatakan sejumlah pengecer gas 3 kg. Kelangkaan terjadi tiba-tiba dan tidak diketahui penyebabnya. Kelangkaan ini semakin parah sejak kenaikan harga BBM bersubsidi sepekan lalu."Sudah 2 pekan terakhir ini susah gas 3 Kg. Lihatlah tinggal tabungnya aja semua di sini," ujar Irma (35) pengecer gas 3 kg di Jalan Rahmadsyah, Medan, Rabu (26/11/2014) siang.Akibat kelangkaan ini, jelasnya, ia berencana menaikkan harga gas tersebut. "Langka barangnya mau gimana lagi, terpaksa kita naikkan dari harga Rp17.000 menjadi Rp20.000," ungkapnya.Hal senada dikatakan B Sihombing (50) pengecer gas 3 kg di Jalan Denai. Ia mengaku, selain langka pasokan gas dari pangkalan juga semakin berkurang. Padahal biasanya jatah dari agen bisa mencapai ratusan tabung."Mereka mengakunya tidak memilik stok untuk diberikan kepada pengecer, makanya dikurangi. Harganya pun semakin mahal," ungkapnya.Sementara itu, ibu rumah tangga, Elvira (25) mengaku, mendapatkan tabung gas elpiji ukuran 3 kg dengan harga mencapai Rp20 ribu. "Sudah payah dicari, mahal lagi. Itu yang bikin susah," katanya.Tak hanya itu, ia juga mengaku isi tabung gas 3 kg yang saat ini banyak tidak maksimal. “Biasanya ukuran elpiji 3 kg cukup 3 pekan untuk kebutuhan memasak. Tapi akhir-akhir ini, ukuran yang sama hanya cukup 2 pekan saja," keluhnya.Untuk itu, ia berharap pihak PT Pertamina memperhatikan hal ini dan segera melakukan pengecekan mengenai pendistribusian gas elpiji 3 kilogram."Kalau bisa segeralah, agar masyarakat tidak susah mencarinya," harapnya. (BS-031)