Medan, (beritasumut.com) – Kebijakan Pemerintah RI menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) disayangkan banyak pihak. Seperti halnya Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga yang menilai kebijakan tersebut terlalu dini sehingga menambah penderitaan rakyat. Diharapkan, Wali Kota Medan dapat menyikapi kenaikan BBM secara serius dengan menghimpun pengusaha melakukan operasi pasar murah untuk meringankan beban warga. “Pada prinsipnya, kita tetap menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM yang terlalu dini,” ujar Politisi Gerindra ini di Medan, Ahad (23/11/2014). Menurut Ihwan dengan kenaikan harga BBM, seluruh biaya hidup pasti meningkat. Dampaknya sangat memberatkan beban hidup masyarakat kecil. Apalagi, umat Kristiani menyambut Natal dan Tahun Baru yang membutuhkan biaya hidup lebih besar. Terkait hal itu, Ihwan Ritonga mengharapkan Pemko Medan segera mencari solusi upaya meringankan beban warga sehari-hari. Seperti mengadakan operasi pasar murah sembako di sejumlah kawasan Kota Medan. Dalam hal ini, Ihwan menekankan Pemko Medan dapat melobi pihak pengusaha melakukan kerja sama mengadakan operasi pasar murah. “Banyak pengusaha sukses di Medan yang mampu dan bersedia membantu masyarakat yang kesulitan. Hanya saja, Pemko Medan harus proaktif menghimpun melakukan kerja sama terkait pelaksanaannya. Kita mendorong seluruh pejabat Pemko Medan fokus mengatasi kondisi ini,” ujar Ihwan. Ditambahkan Ihwan Ritonga, dampak dari kenaikan BBM juga dipastikan berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Medan khususnya mutu pengerjaan proyek yang sedang berjalan sekarang ini. Dimana akan terjadi kenaikan harga yang dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kualitas proyek. Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga tetap berharap, agar seluruh pengerjaan proyek yang sedang berjalan tetap mengedepan kualitas baik. Kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan dapat memberikan pengertian kepada pemborong agar menghasilkan proyek sesuai standar. Begitu juga program yang dijadwalkan supaya jangan sampai berhenti dan akhirnya menjadi silpa. (BS-001)