Medan, (beritasumut.com) – Asosiasi Pecinta Batu Permata Sumatera Utara (APBPSU) siap menggelar pasar batu terbesar kedua di Indonesia setelah Rawabening, Jakarta dengan mengikutsertakan berbagai kalangan baik kolektor, pedagang, maupun perajin batu permata. Hal itu diungkapkan Ketua APBPSU Marodjahan Batubara usai menyerahkan 120 kunci toko tahap I kepada pedagang yang berasal dari dalam daerah dan luar Sumut seperti Aceh dan Jakarta di Palladium Mall, Medan, Kamis (20/11/2014). "Pasar batu terbesar di Palladium Mall ini tidak hanya menjajakan batu cincin melainkan dari hulu sampai hilir. Seperti bongkahan, batu permata, ikatan, peralatan membuat batu cincin, perajin seperti penggosok batu, chrom, sepuh ring, ukir batu, hingga laboratorium uji batu cincin, ujar Marodjahan. Diharapkan dengan terselenggaranya pasar batu terbesar kedua di Indonesia ini tidak hanya memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumut khususnya pedagang/perajin batu melainkan seluruh sektor yang ada. "Baik bagi usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya para perajin pembuat ring cincin baik dari perak maupun titanium, aloy, besi putih, dan lainnya juga memberikan keuntungan bagi pedagang emas," ujar Marodjahan. Selain itu, lanjut Marodjahan, baik bagi pecinta batu maupun kolektor adalah ketersediaan jaminan kualitas dari natural batu itu sendiri. "Artinya tidak ada para pembeli yang merasa tertipu dengan batu-batu yang dibelinya dari pasar batu itu sendiri," terangnya. Bagi pemerintah, lanjut Marodjahan memungkinkan akan menambah devisa dengan hadirnya para pecinta ataupun kolektor batu dari negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Myanmar, Singapura, Cina, dan negara-negara lainnya. "Mengingat Sumut sangat strategis bagi mereka untuk melakukan persinggahan maupun menikmati hiburan. Dengan demikian selain menikmati pariwisata mereka juga akan membeli souvenir khususnya batu cincin dari Sumut," terang Marodjahan kembali. Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Han Li menyatakan rencana soft opening pasar batu terbesar ini akan dilaksanakan pada 1 Desember 2014 sedangkan grand opening pada Januari 2015. "Disini akan kumpul berbagai jenis batu tidak hanya dalam negeri maupun luar negeri dan para pemain batu ternama akan hadir untuk menunjukkan keindahan batu-batu mereka," ujarnya. Masyarakat nantinya dapat melihat dan mengetahui kekayaan bumi Indonesia sehingga lebih mencintai produk dalam negeri. (BS-021)