Kadin Madina Apresiasi Kenaikan BBM Mendadak

Redaksi - Selasa, 18 November 2014 23:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112014/beritasumut_Saparuddin.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Saparuddin Haji. (M Saima Putra)
Panyabungan, (beritasumut.com) – Pengumuman resmi naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang mendadak disampaikan Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja di Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB, diapresiasi Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Mandailing Natal (Kadin Madina).“Kenaikan harga bahan bakar minyak yang secara mendadak diumumkan Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sangat kita apresiasi dan tepat sasaran kepada masyarakat. Pasalnya, dengan diumumkannya secara mendadak, disinyalir membuat para mafia minyak tidak bisa berbuat banyak,” ujar Ketua Kadin Madina Saparuddin Haji di Panyabungan, Selasa (18/11/2014).Mengapa dikatakan demikian, sebab apabila Pemerintahan Jokowi-JK menentukan batas waktu untuk menaikkan harga BBM, sudah barang tentu disinyalir para mafia minyak akan melakukan penyetokan atau penimbunan minyak sebelum waktu yang telah ditentukan. Belum lagi antrean yang bakal memanjang setiap harinya di SPBU sehingga mengganggu lalu lintas.Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak sangat didukung dengan alasan untuk pembangunan dan membayar utang negara. Namun di saat harga minyak dunia sedang turun seharusnya harga bahan bakar minyak tetap stabil seperti sebelumnya, ujarnya.“Sedikit yang menjadi pertanyaan besar buat saya, apakah di saat harga minyak dunia sedang turun sekarang ini, masyarakat bisa menerima kenaikan harga bahan bakar minyak. Sebab dengan naiknya harga ini tidak akan berdampak pada naiknya harga bahan pokok,” ujar Saparuddin.Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat Madina berprofesi sebagai petani Karet. Saat ini harga jual karet sedang anjlok. Sudah barang tentu kenaikan harga bahan bakar minyak ini akan berdampak kepada ekonomi masyarakat  Indonesia umumnya dan masyarakat Madina khususnya.“Saya berharap pemerintah cepat mencari solusi untuk mengatasi hal ini, karena menurut saya terkait inflasi itu hanya ketakutan pemerintah saja,” pungkasnya.Pemerintahan Jokowi-JK mengumumkan harga bensin (premium) dinaikkan dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter. Solar dinaikkan dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter. Kenaikan harga BBM  berlaku mulai Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Anggota DPR Ini Prihatin Minimnya Apresiasi kepada Atlit Berprestasi

Ekonomi

SMAN 13 Medan dan Komite Sekolah Beri Apresiasi Siswa Beprestasi

Ekonomi

Perubahan Status BLH menjadi Dinas Masih Menunggu Tahun Depan

Ekonomi

BLH Sumut Miliki Keterbatasan Dalam Penyelamatan Danau Toba

Ekonomi

Plt Gubsu Apresiasi Program PW Aisyiyah Sumut Tanggulangi Penyakit TB

Ekonomi

Ikan Mati di Danau Toba Terus Bertambah, Belum Ada Solusi