Pelaku Usaha Harus Miliki Strategi Manajemen Sambut MEA

Redaksi - Kamis, 13 November 2014 01:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112014/beritasumut_Erry-Pukul-Gong.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar Nasional dan  Call for Paper yang digelar Forum Manajemen Indonesia (FMI) dengan tema Manajemen Kewirausahaan (Entrepreneurial Management). (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi mengimbau pelaku usaha memiliki strategi manajemen yang andal dan tepat sasaran dalam menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku pada 2015 mendatang. Jika tidak, pelaku usaha akan menghadapi kendala dalam menjalankan bisnis di tengah kebebasan dan ketatnya persaingan.Imbauan tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry usai memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar Nasional dan  Call for Paper yang digelar Forum Manajemen Indonesia (FMI) dengan tema Manajemen Kewirausahaan (Entrepreneurial Management) di Grand Aston Hall Hotel & Service Residence, Jalan Balai Kota, Medan, Rabu (12/11/2014).Hadir dalam acara itu Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, Ketua FMI Pusat Sri Gunawan, Wakil Rektor I USU Zulfkifli Nasution, Wakil Rektor III Raja Bongsu Hutagalung, sejumlah narasumber yakni Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut Edi Rizkiyanto, Direktur Keuangan dan SDM PT Terminal Petikemas Indonesia Abadi Sembiring dan Direktur Operasional PT KAI A Herlianto.Dalam kesempatan tersebut, Erry menegaskan, pelaku usaha seluruh bidang harus memiliki manajemen unggul dan relevan serta tepat sasaran dalam menyiasati tingginya tingkat persaingan MEA.“Seminar ini diharapkan dapat menjadi media dalam merumuskan pokok pikiran sekaligus mengantisipasi transformasi bisnis yang saat ini semakin dinamis dan berkembang pesat. Konsep manajemen yang sebelumnya telah diterapkan, harus mendapatkan pencerahaan sesuai kebutuhan jaman,” sebut Erry.Erry menegaskan, manajemen bisnis yang dibutuhkan adalah inovatif, responsif dan fleksibilitas. Tentu semua itu harus didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, unggul dan menguasai manajemen."Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah di depan mata. Kita tidak dapat lagi mengandalkan manajemen yang selama ini. Harus mendapat penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Erry.Salah satu hal yang perlu mendapat pengembangan adalah manajemen kewirausahaan (entrepreneurial management). Kemampuan manajemen kewirausahaan layak dimiliki tiap individu sebagai lapisan manajemen, terutama penguasaan efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan bisnis.Tiap perkembangan umumnya memiliki dinamika yang sangat kompleks. Tetapi, dengan penguasaan manajemen konflik, kendala yang dihadapi dapat diubah menjadi peluang.Mengubah kendala menjadi peluang tidak mudah. Butuh kemampuan manajemen yang luar biasa. Tetapi dengan niat yang kuat, kemauan untuk berbuat yang terbaik, akan menghasilkan out put yang memuaskan, tambah Erry.Lebih lanjut Erry menjelaskan, letak keberhasilan mengelola bisnis tidak hanya dilihat dalam pelaksanaan semata, tetapi juga ditentukan manajemen dalam mengembangkan usaha.“Intinya, manajemen bisnis harus mengikuti kebutuhan jaman. Harus inovatif dan terus menciptakan hal yang baru. Seminar ini diharapkan dapat memberikan masukan, kontribusi kepada peserta nantinya dalam menyiasati bisnis dengan menggunakan manajemen yang baik,” tutup Erry.Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional dan Call for Paper Isfenti Sadalia mengatakan, seminar tersebut merupakan seminar pertama kali dibidang manajemen yang digelar oleh Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan seminar dilaksanakan satu hari dengan melibatkan peserta 400 peserta dari akademisi, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari seluruh universitas di Indonesia.“Tujuan seminar ini memberikan kontribusi dalam pengembangan entreprenurial manajemen yang mengabungkan seluruh konteks manajemen dan kewirausahaan dalam pengembangan dan peningkatan pelaku bisnis, peningkatan kualitas pelayanan dan produk yang dihasilkan serta strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat, khususnya dalam menghadapi Masyarakat ekonomi ASEAN Tahun 2015. Harapannya semua stakeholder berperan aktif dalam upaya meningkatkan daya saing organisasi,” jelas Isfenti.Acara call for paper ini lanjutnya diikuti dari berbagai universitas di Indonesia dengan jumlah paper sebanyak 268 paper yang terdiri dari Manajemen Strategi sebanyak 13 paper, Kewirausahaan 50 paper, Manajemen Operasi 16 paper, Manajemen SDM 51 paper, Manajemen Umum 16 paper, Manajemen Pemasaran 60 paper dan Manajemen Keuangan sebanyak 62 paper."Kita berharap peserta seminar aktif dalam memberikan ide, konsep baru dan pengalaman  untuk bisa bersama-sama memberikan kontribusi bagi kemjuan ilmu manajemen di Indonesia," ujar Isfenti. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Walikota Harapkan HIPMI Medan Terus Berikan Kontribusi Bagi Pelaku Usaha

Ekonomi

Medan Siapkan Langkah Hadapi MEA

Ekonomi

Advokat Diminta Tingkatkan Kualitas Hadapi MEA

Ekonomi

Plt Gubernur Sumut Ajak Entrepreneur Muda Persiapkan Diri Hadapi MEA

Ekonomi

Sumut Harus Jadi Pemain di Era MEA

Ekonomi

Menaker: Indonesia Harus Jadi Pemenang MEA