Kelangkaan Elpiji 3 Kg Teror Psikologis Bagi Masyarakat

Redaksi - Jumat, 10 Oktober 2014 13:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102014/beritasumut_Gas-3-Kg2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg saat ini dinilai sebagai teror psikologis bagi masyarakat. Pasalnya, selain sulit didapatkan, harga elpiji bersubsidi juga tak terkendali. Banyak kawasan yang alami krisis kelangkaan."Kelangkaan elpiji dan kenaikan harga merupakan  kegelisahan masyarakat seperti teror psikologis, agar masyarakat beralih ke elpiji 12 kg. Rentetan dan potensi kelangkaan tetap terjadi disebabkan kebijakan disparitas harga elpiji 3 kg dengan 12 kg ke atas. Potensi kelangkaan bakal terus terjadi," kata Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen ( LAPK) Farid Wajdi di Medan, Jumat (10/10/2014).Dikatakannya, Pertamina terkesan tutup mata terhadap potensi penyelewengan, seperti penimbunan, pengoplosan, penyimpangan peruntukan, dan lainnya. "Bagaimanapun, ekses kelangkaan elpiji bersubsidi masyarakat harus dan terus menelan pil pahit elpiji sulit didapat dan kemudian harga meroket. Yang mesti dapahami di saat masih beragam alternatif energi, semisal minyak tanah, gas, batubara, briket, tetap terjadi banyak banyak," jelasnya. Pemerintah daerah tidak boleh menutup mata atas kelangkaan elpiji. Kontribusi dalam pengawasan distribusi adalah bersifat mutlak. "Pertamina mesti lebih intensif menggandeng pemerintah setempat dan instansi lain seperti kepolisian dan Hiswanamigas untuk mengurangi potensi penyalahgunaan elpiji 3 kg itu," jelasnya.Sisi lain, jelasnya, Pertamina harus lebih bijak dalam mengurai krisis kelangkaan dan tidak kaku berlindung di balik angka dan data. "Pertamina harus menambah alokasi elpiji agar kebutuhan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Semua pihak pemangku kepentingan  agar segera mengatasi kelangkaan elpiji tersebut agar masyarakat tidak terlalu terbebani tambahan biaya kebutuhan hidup," katanya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Effendi Simbolon : Musyawarah Masyarakat Adat Batak Gagasan 6 Puak Suku Batak

Ekonomi

Gubsu Imbau Masyarakat Batak Jadi Penguat Kerukunan Antar Etnis di Sumut

Ekonomi

Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 Resmi Dibuka Wapres

Ekonomi

Polres Deli Serdang Amankan 27 Pasangan Bukan Suami-Istri dari Hotel

Ekonomi

Polresta Medan Ungkap 328 Kasus Selama Operasi Penyakit Masyarakat

Ekonomi

BPRPI Minta Polresta Medan Tangkap Mafia Perampok Tanah Masyarakat