BRI Sibuhuan Salurkan Kredit Rp339,5 Miliar

Redaksi - Kamis, 18 September 2014 22:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092014/beritasumut_BRI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Sibuhuan, (beritasumut.com) – Tercatat hingga akhir Agustus 2014 Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), sudah mengucurkan dana kredit sebagai modal kerja kepada nasabah debitur yang tersebar di daerah itu sebesar Rp339,561 miliar.Dari besaran dana kredit yang disalurkan, sebesar Rp108,745 miliar merupakan kiredit ritel, sedangkan Rp230,818 miliar adalah kredit mikro dengan presentase kredit macet atau Non Preformance Loand (NPL) sebesar 3,8 persen. Demikian diungkapkan Pemimpin Cabang PT BRI Sibuhuan M Taufik Effrianto di Sibuhuan, Kamis (18/9/2014).Dari sejumlah dana kredit yang dikucurkan BRI Cabang Sibuhuan tersebut, diantaranya sebesar Rp40,773 miliar merupakan jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR), terdiri atas sebesar Rp13,103 miliar KUR ritel dan KUR mikro sebesar Rp27,67 miliar, dengan nilai NPL KUR ritel sebesar nol persen sedangkan KUR mikro sebesar 1,202 persen."Terjadinya angka nol persen pada jenis KUR ritel disebabkan adanya pengajuan klaim oleh perusahaan asuransi yang dihunjuk oleh pemerintah untuk melayani tunggakan kredit macet KUR yaitu PT Jamkrindo sehingga NPL KUR ritel menjadi nol persen,” ungkap M Taufik Effrianto.Diungkapkan M Taufik Effrianto, untuk jenis KUR merupakan bentuk layanan kredit terbanyak disalurkan oleh bank milik pemerintah ini, ditujukan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan BRI Cabang Sibuhuan, dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian rakyat lewat kegiatan usaha yang dilakoninya.Sedangkan kredit non KUR merupakan kredit untuk mendukung program ketahanan pangan dan perkebunan, secara geografis hampir secara mayoritas lahan di daerah Palas merupakan areal perkebunan kelapa sawit, sehingga kredit non KUR lebih didominasi oleh para pengusaha perkebunan."Kebiasaan pengusaha perkebunan di daerah ini dalam menggunakan jasa layanan kredit dari perbankan, digunakan untuk modal usaha membuka lahan perkebunan baru, setelah lunas kreditnya ia akan ambil kredit baru untuk membuka lahan baru di daerah yang lain, menyebabkan terjadinya arus aset dan ekonomi tertahan pada satu orang atau terjadinya investasi pribadi,” terang M Taufik Effrianto.Sementara itu, jumlah dana yang dihimpun oleh PT BRI Cabang Sibuhuan sebesar Rp199,727 miliar dengan rincian sebesar Rp51,541 miliar simpanan ritel dan sebesar Rp148,186 simpanan mikro, dengan angka rasio antara dana yang dihimpun dengan angka kredit yang dikucurkan sebesar 1 : 3."Oleh karena itu, lewat berbagai event yang akan digelar nantinya PT BRI Kantor Cabang Sibuhuan terus berupaya untuk menggugah masyarakat di daerah palas agar gemar menabung, dengan semakin banyaknya penabung dan banyaknya pengguna manfaat kredit perbankan tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah itu,” jelas Taufik. (Sahat G Lubis)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

BI Pertahankan BI Rate 6,75 Persen

Ekonomi

Terpidana Korupsi Kredit Bank Jateng Ditangkap di Sumut

Ekonomi

Pegadaian Medan Salurkan Kredit Rp6,75 Triliun

Ekonomi

Satsus P2TPK Kejati Sumut Temukan Dugaan Kredit Fiktif Kopkar Pertamina di BSM

Ekonomi

Kejati Sumut Tahan 3 Tersangka Kredit Fiktif Kopkar Pertamina

Ekonomi

Korupsi Kredit Lunak, Mantan Bendahara Disperindagkop Tobasa Divonis 1,5 Tahun Penjara